Kejari TTU Terima 83 Pengaduan Kasus DD, 4 Kasus Sudah Tahap Penyidikan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejari TTU Terima 83 Pengaduan Kasus DD, 4 Kasus Sudah Tahap Penyidikan


KAJARI TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH., MH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kejari TTU Terima 83 Pengaduan Kasus DD, 4 Kasus Sudah Tahap Penyidikan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT hingga hari ini telah menerima sekitar 83 laporan penyalahgunaan dana desa (DD) di TTU. Hal tersebut menunjukkan tingginya animo dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejari TTU.

Dari 83 laporan dugaan korupsi tersebut, tim penyidik Kejari TTU telah melakukan penyidikan terhadap empat perkara, yakni dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana desa di Desa Naikake B, Desa Botof, Desa Letneo Selatan, dan Desa Birunatun.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Kamis (17/6) membenarkan pihaknya setiap hari selalu dibanjiri laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dana desa. Banyaknya laporan masyarakat yang diterima pihaknya menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejari TTU. Namun, di sisi lain hal tersebut menjadi beban tersendiri bagi Kejari TTU.

Roberth menjelaskan, banyaknya laporan masyarakat yang masuk, berbanding terbalik dengan jumlah tenaga jaksa yang ada karena jumlah jaksa di Kejari TTU sangat minim. Sehingga laporan tersebut tidak dapat direspons cepat.

BACA JUGA: Abraham Liyanto: Kejaksaan Jangan Diamkan Laporan Dana Desa

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat yang masuk. Bentuk tindakan yang diambil pun tergantung dengan ketersediaan bukti. Terhadap desa-desa dengan laporan yang sudah didukung dengan bukti yang cukup akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti.

“Sudah cukup banyak laporan yang masuk, sudah ada 83 laporan. Ini berarti animo masyarakat sangat tinggi kepada pihak kejaksaan. Artinya mereka mempercayai kami dan menjadi tanggung jawab saya sebagai Kajari bahwa tidak ada satu laporan yang kami abaikan,” ungkap Kajari Roberth.

Roberth menambahkan, dari 83 pengaduan masyarakat tersebut, sudah ada empat pengaduan yang tindaklanjuti tim penyidik Kejari TTU sampai dengan tahap penyidikan. Dua pengaduan dalam tahap penyelidikan. Sementara, beberapa pengaduan yang nilai kerugiannya kecil, terutama temuan pada kegiatan fisik diberikan kesempatan untuk bisa menyelesaikan kegiatan tersebut.

Untuk kasus yang anggarannya bersumber dari APBD TTU, lanjut Roberth, tim penyidik Kejari TTU saat ini tengah menangani beberapa perkara korupsi seperti Bronjong Kali Maslete, Program Padat Karya Pangan (PKP), Kegiatan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Berarti), dan beberapa kasus lainnya yang sementara dilakukan penyelidikan oleh tim Intelejen Kejari TTU.

“Sejak saya bertugas sebagai Kajari TTU sudah ada empat kasus dana desa yang dinaikan ke tahap penyidikan. Bahkan kasus pengadaan alat kesehatan di RSUD Kefamenanu sudah tahap pemeriksaan saksi oleh Pengadilan Tipikor Kupang,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top