Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Kapolda NTT Perintahkan Tutup 4 Pub di Maumere | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Kapolda NTT Perintahkan Tutup 4 Pub di Maumere


Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif SH., M.Hum. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Kapolda NTT Perintahkan Tutup 4 Pub di Maumere


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif memerintahkan jajarannya di Polres Sikka untuk menutup empat tempat hiburan yang mempekerjakan anak di bawah umur di Kota Maumere.

“Jika terbukti tempat hiburan malam yang melanggar perizinan dengan mempekerjakan anak di bawah umur agar segera ditutup,” tegas Kapolda NTT melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto saat dikonfirmasi, Jumat (18/6).

Menindaklanjuti perintah tersebut, kata Kombes Pol. Rishian, jajaran Polres Sikka telah melakukan langkah-langkah diantaranya melaukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka dan menemukan bahwa beberapa tempat hiburan malam di daerah tersebut melanggar perizinan usaha. Salah satunya adalah mempekerjakan anak di bawah umur.

Dari hasil koordinasi tersebut, demikian Kombes Pol. Rishian, Polres Sikka bersama bersama dinas terkait antara lain Dinas Pariwisata, Sat Pol PP Sikka, dan Dinas Tenaga Kerja Sikka melakukan penutupan di empat tempat hiburan malam yang tersebar di Kota Maumere.

“Hasil koordinasi yang dilakukan Kapolres Sikka dengan Bupati Sikka, disepakati untuk melakukan penutupan sementara dan akan dilakukan evaluasi berkaitan dengan izinnya,” kata mantan Kapolres TTU itu.

Sebelumnya jajaran Subdit VI Ditreskrimum Polda NTT menggelar kegiatan operasi malam dengan sasaran tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Sikka.

Operasi yang dipimpin Panit Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTT, AKP Ricky Dailly tersebut merupakan tindak lanjut adanya laporan dan informasi bahwa pada tempat-tempat hiburan malam di seputaran Kota Maumere, Kabupaten Sikka, ada yang mempekerjakan anak di bawah umur. “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan terhadap tindak pidana eksploitasi anak pada tempat hiburan malam,” ujar Kombes Rishian.

Disebutkan bahwa terdapat empat lokasi yang menjadi sasaran target operasi yakni Pub L, Pub S, Pub B, dan Pub Sh. Dari keempat tempat tersebut petugas berhasil mengamankan 25 orang dan setelah diperiksa ternyata 16 orang masih berusia di bawah umur. “Ditemukan sebanyak 16 orang anak masih di bawah umur. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pelaku usaha pub melanggar pasal 88 Undang Undang 23 tahun 2002 tentang dugaan pidana eksploitasi terhadap anak,” tandasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top