90 Cakades Bertarung di Pilkades Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

90 Cakades Bertarung di Pilkades Matim


Kabid Pemerintahan dan Desa, Dinas PMD Matim, Marsellus Manggas. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

90 Cakades Bertarung di Pilkades Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) siap digelar 31 Juli 2021. Dari 96 bakal calon (Balon) yang mendaftar untuk bertarung, sebanyak 87 orang telah ditetapkan sebagai calon.

“Dari 27 desa yang gelar Pilkades, tinggal dua desa saja yang belum tetapkan calon kades. Sementara 25 desa lainya, sudah tetapkan. Untuk sementara, jumlahnya calonya ada 87 orang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa, Dinas PMD Matim, Marsellus Manggas, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/6).

Menurut Marsellus, dua desa yang belum menetapkan calon kades, masing-masing Desa Golo Lero di Kecamatan Lamba Leda Timur sebanyak 3 orang, dan Desa Tango Molas, Kecamatan Lamba Leda Timur sebanyak 6 orang. “Dua desa ini belum tetapkan calonnya karena belum selesai verifikasi berkas persyaratan bakal calon,” jelas Marsellus.

Sementara 87 calon yang sudah ditetapkan itu, lanjut Marsellus, telah mendapat nomor urut. Penetapan dan penarikan nomor urut calon itu telah berlangsung pada 12 Juni 2021. Hajatan Pilkades di 27 desa ini tersebar di 8 dari 12 kecamatan di Kabupaten Matim.

Marsellus merincikan delapan kecamatan yang menggelar Pilkades serantak tahun ini, yakni Kecamatan Lamba Leda Selatan dengan 9 desa. Yakni Desa Pocong (5 calon), Leong (5 calon), Bea Waek (3 calon), Bangka Kuleng (2 calon), Bangka Pau (2 calon), Golo Nderu (3 calon), Gurung Turi (4 calon), Compang Laho (3 calon), dan Desa Golo Ndari dengan 2 calon.

Untuk kecamatan Lamba Leda Utara hanya satu desa yang menggelar Pilkades, yakni Desa Satar Punda dengan 5 orang calon. Kemudian Kecamatan Sambi Rampas terdapat dua desa yang menggelar Pilkades. Masing-masing Desa Nanga Mbaling (4 calon), dan desa Lada Mese (2 calon). Selanjutnya Kecamatan Congkar ada tiga desa, yakni Desa Satar Nawang dengan 4 calon. Desa Compang Congkar (5 calon), Legur Lai dengan 3 calon, dan Desa Rana Gapang (4 calon).

Kecamatan Kota Komba ada dua desa, yakni Bomo dengan 4 calon, dan Rana Kolong dengan 4 calon. Sementara kecamatan Kota Komba Utara ada dua desa, yakni Golo Nderu dengan 4 calon, dan Rana Mbeling dengan 5 calon.

Kecamatan Lamba Leda Timur diikuti 7 tujuh desa, yakni Desa Watu Arus (2 calon), Rengkam (4 calon), Compang Wunis (3 calon), Benteng Rampas (3 calon), Wangkar Weli (2 Calon), Tanga Molas (6 bakal calon), dan Golo Lero dengan 3 bakal calon.

“Ada 14 desa yang incumbent tidak maju. Kita masih menunggu penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dari panitia tingkat desa. Ada satu calon kades sama nama dengan mantan Bupati Matim dua periode, Yosef Tote pun ikut bertarung. Itu di Desa Bangka Kuleng dengan nomor urut 2,” kata Marsellus.

Dikatakanya, untuk kegiatan kampanye dilaksanakan 5 hari sebelum masuk masa tenang. Dimana untuk hari pencoblosan dilaksanakan 31 Juli 2021, maka jadwal kampanye itu pada 22 – 27 Juli. Mulai 28 – 30 Juli mulai masuk masa tenang. “Kegiatan kampanye, wajib mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 72 tahun 2020,” jelasnya.

Marsellus menandaskan, terkait penanganan Covid-19, untuk kegiatan kampanye setiap calon diminta untuk mengumpulkan banyak orang atau menciptakan kerumunan. Saat pencoblosan juga wajib taat dengan protokol kesehatan. “Setiap TPS wajib sediakan tempat cuci tangan,” tegasnya.

Selain itu semua panitia dan warga yang datang coblos, wajib menggunakan masker. Juga dilakukan pengukuran suhu, jarak diatur, dan sedikan handsaniteser. Tentu anggaran untuk protokol kesehatan itu, bisa diambil 80 persen dari dana desa. Sementara untuk anggaran Pilkades dibiayai dari APBD Matim.

Setiap desa, anggaran Pilkades itu sebesar Rp 30 Juta. Panitia tingkat desa yang mengajukan ke Badan Keuangan, dan Dinas PMD yang keluarkan rekomendasi sesuai kelengkapan persyaratan dari panitia. Marsellus berharap, Pilkades serentak ini berjalan dengan lancar dan aman. Bisa melahirkan kades yang berkualitas.

“Kita berharap tidak soal. Yang pasti, tidak ada aturan pemungutan ulang. Termasuk jika ada dua calon yang punya suara sama. Karena ada ketentuanya sesuai dengan Peraturan Bupati Matim No 66 tahun 2020, khususnya pasal 55 tentang penetapan Kades terpilih,” katanya.

Marsellus menambahkan, untuk pengamanan dalam hajatan Pilkades tahun 2021, Pemda Matim melalui panitia Pilkades tingkat kabupaten, telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, dan Pol PP. Setelah selesai Pilkades serentak, pihaknya akan menyiapakan pelaksanaan pemilihan antar waktu (PAW) untuk dua desa.

“PAW itu di desa Sita dan Compang Kantar, kecamatan Rana Mese. Karena kades du dua desa ini, sudah meninggal dunia. Selama ini di dua ini, dipimpin oleh penjabat dari kecamatan,” bilang Marsellus,” (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top