Investor Saham di NTT Meningkat Drastis, Ini Pemicunya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Investor Saham di NTT Meningkat Drastis, Ini Pemicunya


Kepala Kantor Perwakilan BEI NTT, Adevi Sabath. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

Investor Saham di NTT Meningkat Drastis, Ini Pemicunya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Geliat investor saham di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga akhir Mei 2021 menunjukan pertumbuhan yang sangat drastis dibanding akhir Mei 2020 lalu. Jika Mei 2020 penambahan investor saham 94 dengan akumulasi 5.440 investor, maka hingga akhir Mei 2021 penambahan investor mencapai 489 atau 520 persen dengan akumulasi investor 10.322.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTT, Adevi Sabath mengatakan, pertumbuhan investor domestik ini menyebar di seluruh Indonesia. “Jadi bukan saja di NTT. Kalau diurutkan untuk Indonesia, NTT urutan ke-26 meskipun pertumbuhan yang terjadi di NTT dari Januari sampai akhir Mei lalu menunjukan peningkatan yang sangat luar biasa jika dibanding Mei tahun lalu,” jelas Adevi kepada TIMEX di Kupang, Jumat (18/6).

Adevi mengaku, ada banyak hal yang mendorong pertumbuhan investor saham di NTT. Antara lain, akses belajar pasar modal semuanya bisa lewat beragam platform digital. Hal ini didukung oleh kemudahan membuka rekening saham melalui aplikasi/website perusahaan sekuritas selama ada jaringan internet sehingga tidak perlu ke kantor dan lain sebagainya.

“Ada fenomena yang berkembang di tengah masyarakat dimana kebanyakan mereka takut kehilangan momen investasi di masa ini dan kegiatan edukasi masif dilakukan lewat berbagai platform dan bersifat santai sehingga pemahaman lebih baik. Hal inilah yang memicu pertumbuhan investor saham di NTT sejak Januari sampai dengan akhir Mei lalu. Peningkatannya sangat drastis jika dibanding Mei tahun lalu,” jelas Adevi.

BACA JUGA: BEI Luncurkan 4 Terobosan Baru Inovasi Edukasi Digital

Adevi mengatakan, meski investor saham menunjukan pertumbuhan luar biasa, namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Kepala Kantor Perwakilan BEI NTT dan stafnya dalam perjalanan ke depan.
“PR yang harus kami kerja ke depan yaitu bagaimana memacu aktivasi investor setiap bulan yang masih di bawah 25 persen,” ungkap Adevi Sabath.

Sesuai catatan BEI NTT, kata Adevi, sejak Januari sampai Mei 2021, cukup banyak kegiatan edukasi yang dilakukan, mulai dari Sekolah Pasar Modal, Belajar Saham Bareng, Market Update Pasar Modal Indonesia, Edukasi Pasar Modal Terpadu, dan SPM bersama Kampus serta komunitas di NTT. “Data yang kami catat kegiatan edukasi yang kami lakukan mulai dari Januari sampai dengan akhir Mei lalu sebanyal 81 kegiatan,” katanya.

Dijelaskan, saat ini total investor yang berinvestasi pada produk saham, reksadana, ETF, dan derivatif mencapai 22.983. Umumnya investor saham NTT didominasi kelompok usia mulai 18 sampai dengan 40 tahun, baik dari kalangan mahasiswa, pegawai swasta, PNS, ibu rumah tangga, pengusaha, TNI/Polri, dan guru.

“Kami berharap investor makin bijak, makin cerdas, memiliki instrumen yang tepat juga emiten yang punya fundamental bagus. Banyak informasi yang harus dikurasi/filter di luar sana. Sebagai investor harus cerdas dan pintar memilah,” kata Adevi. “Bagi kami, sudah saatnya NTT bebas investasi bodong. Zaman sudah berubah, semua orang punya kesempatan yang sama untuk sejahtera, tidak mudah tapi pasti kita bisa,” pungkasnya. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top