Uang dari Kasek Tak Masuk Rekening, Perusahan Diduga Rugi Rp 1,3 Miliar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uang dari Kasek Tak Masuk Rekening, Perusahan Diduga Rugi Rp 1,3 Miliar


Kuasa Hukum PT. Quantum Penarik, Yohanes Kornelius Talan, SH ketika memberikan keterangan pers di Kupang, Jumat (18/6). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Uang dari Kasek Tak Masuk Rekening, Perusahan Diduga Rugi Rp 1,3 Miliar


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Roysana Edward Sukanumba, 41, warga RT 13/RW 05, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT, Kamis (17/6). Rosyana dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan karena tidak menyetor uang perusahaan senilai Rp 1.311.450.000.

Dugaan penipuan dan penggelapan tersebut dilaporkan oleh kuasa hukum PT. Quantum Penarik, Yohanes Kornelius Talan, SH, Kamis (17/6). Yohanes Kornelius Talan, SH kepada TIMEX, Jumat (18/6) menjelaskan, kliennya terpaksa melaporkan terlapor karena tidak mengembalikan uang perusahaan sejak 2019 lalu.

Yohanes mengatakan bahwa uang tersebut diambil dari 29 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rote Ndao, namun tidak menyetor ke perusahan. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Jadi terlapor Roysana Edward Sukanumba ini merupakan marketing dari PT. Quantum Penarik perwakilan Rote Ndao. Perusahan klien kami ini bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa dan memenangi tender pengadaan alat sekolah. Lalu tugas terlapor mengantar barang dan memastikan kepala sekolah yang menerima barang mentransfer uang ke rekening perusahan,” jelasnya.

Dikatakan dalam praktiknya, terlapor menerima uang dengan bukti kwitansi sebagai tanda terima dari kepala sekolah tetapi dirinya tidak mentransfer uang yang diterima ke perusahaan sehingga perusahan merugi hingga miliaran rupiah.

“PT. Quantum Penarik ini melakukan pengadaan proyektor, labtop, dan tablet untuk kepentingan OBM di sekolah. Ketika terlapor menerima uang tunai sehingga pajak tidak dipotong,” sebutnya.

Ia berharap terlapor ada etikat baik untuk mengembalikan uang tersebut karena laporan tersebut dilakukan berdasarkan surat pernyataan kesanggupan mengembalikan uang tersebut paling lambat 30 November 2020. Namun ternyata dirinya tidak memenuhi pernyataan itu lalu perusahaan harus membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

“Selama ini perusahan mencoba melakukan pendekatan agar kalau bisa terlapor mengembalikan uang tersebut tetapi niat baik perusahan itu terus diabaikan maka kami membawa ke ranah hukun sesuai perjanjian terlapor,” katanya.

Bildad Torino Mauridz Thonak yang juga kuasa hukum PT. Quantum Penarik menambahkan bahwa kasus ini diharapkan diproses sesuai aturan yang berlaku di pihak kepolisian sesuai laporan yang tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan (STTL) nomor: STTL: LP/B/181/VI/Res.1.11/2021/SPKT.

Pengacara kondang Kota Kupang itu mengancam akan mengajukan gugatan secara perdata kepada 29 Kepala SD dan SMP di Rote Ndao yang sudah menyerahkan uang ke terlapor sesuai kwitansi yang ditunjuk kepada perusahan.

Hal ini akan dilakukan karena kepala sekolah tidak memenuhi perjanjian dan aturan main yang telah ditentukan pada hal mereka mengetahui bahwa harus ditransfer ke PT. Quantum Penarik.

“Kita akan ajugakan gugatan perdata kepada para kepala sekolah karena diduga melakukan konspirasi dan mengadakan kesepakatan diluar pengetahuan perusahan yang mengakibatkan perusahan merugi hingga miliaran rupiah. Gugatan ini akan kami ajukan ke Pengadilan Negeri Rote Ndao,” tambahnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top