Advokat Peduli Kasih Bersama Korban Seroja di Kelurahan Oebufu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Advokat Peduli Kasih Bersama Korban Seroja di Kelurahan Oebufu


KAI PEDULI. Ketua DPD KAI NTT, Fredrik Djaha bersama para pengurus foto bersama para korban badai Seroja usai menyerahkan bantuan di wilayah RT12/RW03, Kelurahan Oebufu, Minggu (20/6). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Advokat Peduli Kasih Bersama Korban Seroja di Kelurahan Oebufu


Peringati HUT Ke-13 KAI di Kota Kupang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Serangkaian peringatan hari jadi ke-13 Kongres Advokat Indonesia (KAI) sebagai refleksi perjalanan organisasi advokat itu melangkah lebih baik, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI NTT memanfaatkan momentum untuk berkontribusi besar dalam dunia hukum dan kepada masyarakat luas.

DPD KAI NTT merasa terpanggil untuk terlibat juga dalam aksi-aksi kemanusiaan, membantu masyarakat dipinggiran kota terutama mereka yang terdampak badai siklon tropis Seroja pada 5 April lalu.

Ketua DPD KAI NTT, Fredrik Djaha memimpin sejumlah anggota mendatangi korban bencana alam di RT 12/RW 03, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa untuk memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian para lawyer.

Bantuan yang disalurkan kepada kurang lebih 60 kepala keluarga (KK) itu berupa sembako dengan mengusung tema “KAI Peduli Kasih (KPK) bersama Kelompok Masyarakat Terpinggirkan di Kampung Amanuban Kota Kupang”. Sembako tersebut langsung diserahkan kepada warga, Minggu (20/6).

Ketua Panitia, Samuel David Adoe dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa KAI merupakan salah satu organisasi yang bergerak dibidang penegakan hukum merasa peduli dan terpanggil untuk membantu warga.

Samuel mengatakan, bantuan yang dibawakan itu terhimpun dari semua anggota dan pengurus KAI NTT. “Yang dikumpulkan ini bukan datang dari satu orang, namun dihimpun atau donasi dari semua anggota sebagai wujud kepedulian kami kepada saudara-saudari yang terdampak bencana,” katanya.

Samuel menyebutkan, bantuan tersebut diberikan kepada 60 KK dari 200 lebih KK yang terdampak Seroja di wilayah tersebut. “Kami sudah melakukan survei sebelumnya dan yang kami berikan ini kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor,” sebutnya Wakil Sekjen DPP KAI itu.

Ketua DPD KAI NTT, Fredrik Djaha pada kesempatan tersebut mengaku kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-13 KAI.

Fredrik menjelaskan, organisasi KAI menyadari bahwa hidup dan berkat itu tidak hanya untuk diri sendiri namun harus menjadi berkat bagi orang lain. Sehingga melalui momentum ini pengurus dan anggota KAI terpanggil untuk berbagi kasih bersama warga terdampak Seroja.

“Kehadiran kami di tempat ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Kami turut berterima kasih kepada warga yang sudah bersedia menerima bantuan ini meski bantuan hanya seberapa,” sebutnya.

Kepada warga, Fredrik mengharapkan agar warga tidak perlu melihat nominal, jumlah atau bentuk bantuan yang diterima karena bantuan ini tidak langsung memenuhi kebutuhan semuanya. “Sumbangan yang dibawa tidak seberapa dan tidak mungkin memenuhi semua kebutuhan dibutuhkan saat ini. Bantuan ini hanya meringankan beban para korban,” ungkapnya.

Terpisah, Pengurus Posko Umum, Merry Willa menyebut bahwa bencana Seroja membawa dampak terhadap lebih 200 KK. Para korban itu berada di wilayah RT 10, 12, 14, dan RT 17.

Sejak bencana, bantuan terus berdatangan hingga saat ini. Pihaknya terus menerima dan menyalurkan kepada para korban. Korban yang menerima pun tampak bahagia dan terharu karena masih ada orang yang penduli dengan kondisi mereka.

“Kami tidak pernah melihat dari bentuk dan jumlah yang diberikan, tetapi bentuk kebersamaan, rasa solidaritas. Kepedulian terhadap sesama itulah yang kami butuhkan. Bantuan ini kami tidak bisa membalas namun kami yakin Tuhan sudah menyediakan berkat kepada mereka yang membantu kami,” ungkapnya.

Selainn bantuan tersebut, Merry mengakui bahwa para korban sudah menerima bantuan dana tunggu hunian dari BNPB sebesar Rp 1.500.000 untuk tiga bulan. “Kami sudah menerima bantuan itu melalui rekening kami dan uang itu digunakan untuk sewa kos-kosan,” tandasnya.

Sedangkan untuk warga yang rumahnya rusak berat, siap direlokasi sehingga diharapkan prosesnya dipercepat agar para korban tidak berlama-lama di kontrakan. “Sekitar 90 persen warga terdampak longsor siap direlokasi. Informasinya akan direlokasi ke Manulai II tapi belum ada kepastian. Sedangkan sekitar 10 persen ingin bertahan karena rumah hanya retak. Ini kembali lagi kepada pemerintah apakah relokasi ini mereka layak untuk direlokasi tidak,” tutupnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top