Bupati Rote Ndao dan Ketua PN Naik Motor Roda 3 Saat Kunjungi Pulau Ndana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Rote Ndao dan Ketua PN Naik Motor Roda 3 Saat Kunjungi Pulau Ndana


NAIK VIAR. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kanan) dan Ketua Pengadilan Negeri, Beauty D. E. Simatauw terlihat begitu menikmati perjalanan dengan menumpang motor roda tiga Viar yang dikendarai seorang prajurit TNI saat mengunjungi Pulau Ndana, Selasa (15/6). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Rote Ndao dan Ketua PN Naik Motor Roda 3 Saat Kunjungi Pulau Ndana


Janji Bantu Perbaiki Kerusakan Akibat Seroja di Ndana

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu yang ikut bersama Danrem 161/Wirasakti ke Pulau Ndana terpaksa harus menumpang kendaraan roda tiga, jenis Viar, Selasa (15/6). Maklum di pulau terluar terselatan Indonesia itu, tak ada mobil dinas bupati. Sehingga apa yang ada demi kelancaran tugas tak menjadi hambatan bagi orang nomor satu di Kabupaten Rote Ndao ini dalam menjangkau wilayah yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang kepala daerah.

Momen tak biasa itu terjadi pada saat beberapa pejabat penting mengunjungi pulau Ndana. Mulai dari Bupati Paulina, Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Rote Ndao, Beauty DE Simatauw, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Educ Permadi Eko PB, dan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif, serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Rote Ndao, Boggie Setia Perwira Nusa.

Bahkan, Komandan Resor Militer (Danrem) 161/Wirasakti, Brigjen TNI, Legowo W. R. Jatmiko, pun harus merasakan kondisi yang tak biasa itu. Karena mereka merelakan diri, terkena sinar matahari yang begitu terik di siang hari.

“Ayo, mari kita naik Viar,” kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, yang kemudian bersama Ketua Pengadilan, Beauty D. E. Simatauw, lebih dulu mengambil posisi tempat duduk. Karena hanya kedua wanita ini yang tergabung dalam rombongan bersama Danrem, yang menumpangi speed boat Riders.

Di atas Viar, memang tak ada tempat duduk, layaknya kendaraan penumpang pada umumnya. Hanya ada dua lembar papan tebal yang memang sengaja dibentangkan persis di atas bak, agar bisa digunakan sebagai tempat duduk.

Kemudian dari kedua papan itu, satu diantaranya dilapisi sedikit busa dan dibungkus kain, sehingga menyerupai bangku duduk. Namun, tetap saja tidak terlalu nyaman untuk digunakan sebagai tempat duduk.

Panjang dan lebar papan pun tak seberapa. Sekira 120 cm untuk panjang, dengan lebar tak lebih dari 20 cm. Karena tak memiliki sandaran, sehingga bisa ditumpangi sebanyak 6 orang, dan dipaksakan bisa mengangkut hingga 8 sampai 10 orang.

BACA JUGA: Kunjungi Pulau Ndana, Danrem Legowo Motivasi Prajurit Tetap Loyal Jaga NKRI

Di bagian depan setelah pengendara, ditempati Bupati Paulina dan Beauty. Kemudian di papan kedua, Danrem dan Dandim, mengambil posisi. Karena masing-masing papan hanya mampu ditempati dua orang.

Berikut, dua orang lainya hanya bisa berdiri, dengan berpegangan pada bagian pembatas atas bak Viar. Dan jika dipaksakan, juga bisa mengangkut lebih, hanya kondisinya sangat berdesakan, untuk sekali jalan.

Terlihat, Bupati Paulina dan beberapa pejabat itu begitu menikmati hamparan rumput kering yang terbentang luas di sisi kiri dan kanan jalan, dari atas Viar. Karena tak ada yang menghalangi, sehingga pemandangan itu dinikmati dengan terbuka.

Di Pulau Ndana, terdapat beberapa bangunan permanen yang digunakan sebagai asrama dan juga pos penjagaan. Ada pula patung jenderal Sudirman, yang menjulang tinggi dan berdiri kokoh.

Sayangnya, dari ganasnya terpaan badai Siklon Tropis Seroja pada awal April lalu, mengakibatkan sejumlah kerusakan. Atap beberapa bangunan, termasuk menara pemantau rusak dihantam Seroja. Pagar pelindung yang melindungi patung Jenderal Sudirman pun hanya tersisa beberapa bagian.

Melihat kondisi itu, Bupati Paulina berjanji membantu serta memperbaiki sejumlah kerusakan akibat Seroja yang terjadi di Pulau Ndana. “Kami, pemerintah daerah akan bantu untuk perbaiki kerusakan di sini. Sebab, di Pulau Ndana ini merupakan simbol kedaulatan kita,” kata Bupati Paulina, yang meminta TIMEX untuk membantu mendokumentasikan setiap kerusakan. “Tolong foto kerusakan di sini. Biar akan dibahas untuk dapat dibantu dengan memperbaiki,” pintanya.

Untuk diketahui, pulau Ndana, merupakan pulau terluar di Kabupaten Rote Ndao. Dimana, di atas pulau tersebut terdapat aktifitas pertahanan keamanan yang dilakukan oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top