Hanya Gegara Tak Tegur Saat Lewat, Perangkat Desa Tasilo Habisi Tetangganya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hanya Gegara Tak Tegur Saat Lewat, Perangkat Desa Tasilo Habisi Tetangganya


PERAWATAN. Pelaku, Kristian Mbuik, saat menjalani perawatan di salah satu ruang IGD RSUD Ba'a, Jumat (18/6). Tampak, tim medis sedang melakukan perawatan, terhadap luka yang dialaminya. (Foto : Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Hanya Gegara Tak Tegur Saat Lewat, Perangkat Desa Tasilo Habisi Tetangganya


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kristian Mbuik, 56, warga Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao tega menghabisi Benyamin Indu alias Min, 64, warga Dusun Oesina, Desa Tasilo dengan sebilah parang. Pelaku pembunuhan merupakan seorang perangkat desa, yakni Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan di Desa Tasilo.

Mirisnya aksi pembunuhan ini dilakukan pelaku hanya gegara korban tak menegurnya saat lewat. Padahal keduanya bertetangga di Dusun Oesina. Baik pelaku dan korban tak cuma hidup bertetangga. Keduanya juga akur dan kerap terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Akibat kejadian naas itu, Benyamin harus kehilangan nyawa dengan luka bacok di sekujur tubuhnya.

Hasil identifikasi ditemukan enam luka tusukan akibat benda tajam. Akibat luka-luka itu, korban tak berhasil diselamatkan, dan akhirnya meninggal dunia. “Hasil identifikasi oleh tim inavis Polres Rote Ndao, ditemukan ada 6 luka akibat benda tajam pada tubuh korban,” kata Iptu Yames Mbau, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, kepada TIMEX melalui pesan singkat, Minggu (20/6).

Iptu Yames menyebutkan, dugaan sementara, penyebab korban dihabisi karena pelaku merasa tersinggung dengan korban yang saat itu, pada Jumat (18/6), pelaku sedang memotong kayu di depan gedung SD Boni. Kemudian korban melintas, namun tidak menyapa atau menegur pelaku.

Karena tidak menyapa, pelaku kemudian menyapanya sehingga dari balasan sapaan itulah membuat pelaku kalap mata dan langsung mengejar korban lalu membunuhnya. “Motifnya karena pelaku tersinggung dari jawaban korban,” kata Yames.

Menurut keterangan yang diperoleh, kata Yames, saat itu pelaku mengatakan, “Jalan tidak tegur juga.” Lalu korban menjawab dengan mengatakan, “Ko lu siapa ju.” Karena merasa tersinggung dengan ucapan ini, pelaku jengkel lalu kejar dan membunuh korban di dalam kompleks gereja Ebenhezer Boni.

Pelaku saat ini, lanjut Yames, sudah diamankan oleh Polres Rote Ndao. Dari perbuatanya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, subsider pasal 354 KUHP, subsider pasal 351 ayat 3, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Untuk diketahui, pelaku Kristian Mbuik, setelah melakukan tindakan pembunuhan itu, juga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Sehingga saat menyerahkan diri ke aparat kepolisian, pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani perawatan. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top