Kapolres Ngada Janji Bersihkan Premanisme di Wilayahnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kapolres Ngada Janji Bersihkan Premanisme di Wilayahnya


Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi, SIK, MIK. (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kapolres Ngada Janji Bersihkan Premanisme di Wilayahnya


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kepolisian (Kapolres) Ngada, AKBP Rio Cahyowidi, SIK, MIK bertekad membersihkan praktik premanisme serta menindak tegas warga masyarakat yang dengan sengaja membuat keonaran, serta masyarakat yang main hakim sendiri atau melakukan tindakan kekerasan dalam penyelesaian masalah di wilayah itu.

AKBP Rio menyatakan hal ini menyikapi instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan setiap persoalan ketertiban dan kenyamanan masyarakat terutama aksi-aksi premanisme di seluruh wilayah Indonesia. “Polres Ngada berkomitmen mendukung penuh program Kerja Kapolri diwilayah hukum Polres Ngada,” ungkap AKBP Rio Cahyowidi kepada TIMEX, Sabtu (19/6).

AKBP Rio mengatakan, masalah premanisme menjadi perhatian khusus sesuai dengan instruksi pimpinan Polri dan Presiden Republik Indonesia. “Melalui Operasi Bina Kusuma 2021, kami akan melakukan operasi juga terhadap masyarakat yang mencoba membuat situasi di Kabupaten Ngada tidak kondusif. Perilaku kekerasan dalam bentuk apapun akan kami tindak tegas,” tandas AKBP Rio.

AKBP Rio mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Ngada untuk tidak menyelesaikan masalah dengan tindakan kekerasan. “Apabila terdapat masalah segeralah melaporkan kepada kami di Polres Ngada, jangan sekali-sekali menyelesaikan dengan kekerasan atau main hakim sendiri serta taat dengan ketentuan dan hukum yang berlaku,” imbaunya.

Terpisah, Kasat Intelkam Polres Ngada, Iptu Jessy Silahooy saat ditemui media ini Sabtu (19/6) mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa lebih mengerti bahwa semua masalah itu pasti ada solusinya bukan dengan kekerasan.

Menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kata Iptu Jessy, tentu akan berhadapan dengan pihak kepolisian. Aparat kepolisian akan menghilangkan aksi premanisme yang ada. “Premanisme bukan berupa bentuk geng-geng. Dua atau tiga orang menyerang seseorang itu disebut preman. Bukan melihat geng itu ada nama dulu misalnya geng kobra,” katanya mencontohkan. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top