Kunjungi SMAN 1 Nekamese, Kadis P dan K NTT Minta Siswa Kembangkan Tenun Ikat Amarasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi SMAN 1 Nekamese, Kadis P dan K NTT Minta Siswa Kembangkan Tenun Ikat Amarasi


SAFARI PENDIDIKAN. Kadis P dan K NTT, Linus Lusi (tengah) foto bersama Kepala SMAN 1 Amarasi Barat dan guru-guru usai pertemuan, Sabtu (19/6). Kegiatan ini dalam rangka safari pendidikan Dinas P dan K NTT ke Kabupaten Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Kunjungi SMAN 1 Nekamese, Kadis P dan K NTT Minta Siswa Kembangkan Tenun Ikat Amarasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis P dan K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, S.Pd., M.Pd bersama rombongannya melakukan safari pendidikan di Kabupaten Kupang, Sabtu (19/6).

Dalam kegiatan itu, Linus Lusi bersama rombongan mendatangi SMAN 1 Nekamese, SMAN 1 Amarasi Barat, dan SMK Hasael Kabupaten Kupang. Ada sejumlah hal menarik yang ditemukan Kadis Linus saat mengunjungi sekolah-sekolah itu. Di SMK Hasael misalnya, Kadis Linus melihat langsung sistem pertanian dengan irigasi tetes yang dikembangkan sekolah itu.

Begitupun ketika mengunjungi SMAN 1 Nekamese, di hadapan para orang tua dan guru-guru, Linus Lusi meminta agar orang tua mendukung upaya sekolah memajukan pendidikan dan mengembangkan tenun ikat Amarasi di sekolah lewat para siswa.

Linus meminta hal itu lantaran tenun ikat Amarasi memiliki motif dengan kekhasan tersendiri sesuai adat budaya setempat, dan dikenakan sesuai strata dalam masyarakat. “Dengan pola ini, ke depan siswi di Amarasi tidak asing dengan tenun Amarasi dan dapat dikembangkan menjadi sentra produksi,” ungkap mantan Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) NTT dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/6).

Arahan Kadis Linus itu mendapat respon positif dari pihak SMAN 1 Amarasi Barat. Kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah siap menindaklanjuti permintaan ini sebab dampak positifnya lebih besar, tidak saja bagi para siswa dan guru-guru atau sekolah, tapi demi mendukung pelestarian kekayaan budaya dan adat istiadat setempat.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Ovidus Kana Lomi bahkan menyatakan siap menerapkan permintaan ini dalam tahun ajaran baru 2021/2022 nanti. Menurut Ovidus, hal ini merupakan langkah maju menuju kemandirian siswa-siswi ketika menamatkan studinya, dan bisa menjadi motor penggerak bagi para milenial. “Kami harus akui bahwa para penenun kain Amarasi saat ini umumnya digeluti kaum ibu yang telah lanjut usia, sehingga permintaan Bapak Kadis P dan K merupakan sebuah hal positif yang perlu kami tindaklanjuti,” ungkap Ovidus Kana Lomi. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top