Kena Ringkus Jaksa di Jakarta, 3 Tahun Pelarian Frederikus Lopez Berakhir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kena Ringkus Jaksa di Jakarta, 3 Tahun Pelarian Frederikus Lopez Berakhir


AMANKAN. Terpidana Frederikus Lopez (kiri) saat diamankan tim intelejen Kejari TTU di wilayah Jakarta Barat, Minggu (20/6). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Kena Ringkus Jaksa di Jakarta, 3 Tahun Pelarian Frederikus Lopez Berakhir


Jadi DPO Kejari TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pelarian Frederikus Lopez yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) pada kasus tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan perbatasan Kefamenanu-Nunpo berakhir. Tiga tahun menyandang status DPO, pelarian Frederikus berakhir Minggu (20/6) sore ketika diringkus aparat kejaksaan di wilayah Jakarta Barat.

Aparat Kejari TTU yang selama ini terkesan diam dalam penanganan kasus ini, ternyata bekerja dalam senyap demi menuntaskan kasus ini. Buktinya, Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila yang didampingi Kasi Intel, Benfrid C. Foeh dan tim berhasil meringkus Frederikus Lopez di wilayah Jakarta Barat.

Sesuai data yang dihimpun TIMEX dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan, Frederikus Lopez diringkus Tim Kejari TTU di sebuah lokasi proyek yang terdapat di wilayah Jakarta Barat. Berdasarkan video penangkapan terhadap terpidana korupsi ini, terdapat salah satu oknum pemuda yang berusaha untuk menggagalkan penangkapan jaksa itu.

Dalam penangkapan itu, oknum tersebut mempertanyakan status dari jaksa yang sedang menjalankan tugasnya saat itu. Namun, jaksa tetap membawa terpidana untuk diamankan. Frederikus Lopez pun langsung digiring Tim Kejari TTU ke kantor Kejari Jakarta Barat guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan interogasi yang kemudian dibawa ke TTU untuk menjalani hukuman.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila ketika dikonfirmasi TIMEX, Minggu (20/6) malam membenarkan peristiwa penangkapan terhadap DPO pada kasus tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan perbatasan Kefamenanu-Nunpo itu.

BACA JUGA: Ruas Jalan Hotmix Kefamenanu-Nunpo Rusak Parah, Dewan Minta Aparat Usut

BACA JUGA: Tiga Tahun Buron, Jaksa Ringkus Wily Sonbay Terkait Korupsi Jalan Perbatasan

Dikatakan, pasca putusan kasasi MA keluar, terpidana Frederikus Lopez tidak kooperatif untuk menjalani hukuman tersebut, dan berusaha melarikan diri. Bahkan selalu menghindar dari pantauan tim Kejari TTU.

Karena itu, terpidana Frederikus Lopez akhirnya ditetapkan sebagai DPO Kejari TTU sejak 2018 lalu, dan baru berhasil diringkus Minggu (20/6). “Tidak ada manusia yang kebal hukum di bumi ini. Jika terbukti bersalah harus menjalani hukuman, bukan melarikan diri,” tegas Kajari Roberth Lambila.

Selain meringkus Frederikus Lopez, sebelumnya aparat Kejari TTU juga sudah memproses eksekusi terhadap terpidana Wily Sonbay. Wily juga tersandung perkara tindak pidana korupsi pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan perbatasan Kefamenanu-Nunpo tahun anggaran 2013. Kedua sosok ini harus menjalani proses hukum lantaran dalam pelaksanaan proyek jalan itu, ternyata terdapat kekurangan volume pekerjaan sehingga negara dirugikan sekitar Rp 600 juta lebih.

Perkara ini telah disidik penyidik Kejari TTU tahun 2017 dan dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Kupang, dan keduanya diputus bersalah. Namun kemudian baik terdakwa maupun penuntut umum bersama-sama melakukan upaya hukum banding dan kasasi.

Saat masih menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), penahanan terdakwa habis sehingga dikeluarkan demi hukum. Kejari TTU menerima putusan MA pada 18 September 2018. Ketika mau melakukan eksekusi, terpidana tidak berada di tempat, sehingga ditetapkan sebagai DPO.

Atas penetapan status DPO tersebut, tim Kejari TTU terus melakukan pencarian dan baru berhasil menemukan terpidana di sebuah tempat proyek di Jakarta Barat. “Penangkapan tadi ini menunjukkan komitmen dari Kejaksaan Negeri TTU dalam memberantas tindak pidana korupsi di Kabupaten TTU,” pungkas Kajari Roberth Lambila. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top