Kerja 16 Tahun Tanpa Upah, Deni Kinbenu Adukan PT SKM ke Nakertrans TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kerja 16 Tahun Tanpa Upah, Deni Kinbenu Adukan PT SKM ke Nakertrans TTU


BERI KETERANGAN. Deni Kinbenu (kanan) bersama Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kefamenanu, Senin (21/6). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kerja 16 Tahun Tanpa Upah, Deni Kinbenu Adukan PT SKM ke Nakertrans TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Daniel Jehezekial Kinbenu alias Deni Kinbenu ngambek akibat tak gajian selama 16 tahun bekerja sebagai karyawan pada PT Sari Karya Mandiri (SKM).

Buntutnya, Deni Kinbenu mengadukan direktur perusahaan tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Deni terpaksa mengambil jalan pengaduan itu sebab selama bekerja di PT SKM, ia tidak pernah menerima upah bulanan.

Dalam surat pengaduan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi TTU, tertanggal 16 Juni 2021 itu, Deni Kinbenu menjelaskan, dirinya telah bekerja pada PT SKM selama 16 tahun terhitung sejak 2004 sampai akhir 2020. Selama bekerja, ia tidak pernah menerima upah atau gaji per bulan sesuai aturan UMP yang berlaku. Selama itu, ia hanya diberikan uang operasional kerja.

Selain itu, ia juga tidak pernah diikutkan dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Berdasarkan akta notaris nomor 37, tanggal 31 Mei 2019, yang diterbitkan notaris Maria Deo Muga, Deni diangkat menjadi direktur perusahaan. Sayangnya, ia kemudian diberhentikan secara sepihak tanpa memperoleh hak sebagai tenaga kerja.

“Dengan ini saya memohon kepada Bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kiranya dapat memfasilitasi perselisihan tersebut,” kata Deni.

BACA JUGA: Sukseskan 100 Hari Kerja Juandi-Eusabius, PT SKM Benahi Ruas Jalan dalam Kota Kefamenanu

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) TTU, Simon Soge ketika dikonfirmasi Senin (21/6) membenarkan pihaknya menerima pengaduan dari salah satu karyawan PT. SKM atas nama Daniel Jehezekial Kinbenu.

Dalam pengaduan itu, Daniel menyebut, telah mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK), oleh Direktur Sari Karya Mandiri, Hironimus Taolin. Proses PHK disebutnya dilakukan secara sepihak sejak Januari 2021, tanpa membayar hak-haknya. Padahal, karyawan tersebut telah bekerja selama 16 tahun.

Menurut Simon Soge, saat ini pihaknya sedang mempelajari materi pengaduan tersebut. Ia memastikan pekan depan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap masing-masing pihak untuk proses klarifikasi.

“Benar kami sudah menerima pengaduan dari Daniel Jehezekial Kinbenu, karyawan PT. Sari Karya Mandiri. Kami akan menangani kasus ini sesuai prosedur, dan memastikan apa yang menjadi hak karyawan wajib dipenuhi. Tetapi kami juga perlu mendengar klarifikasi, dari pihak perusahaan untuk mengetahui apa alasan dilakukan, PHK,” ungkap Simon.

Simon menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan menghadap kepada pihak pelapor dan terlapor untuk menghadap tim mediator pada Kantor Disnakertrans guna didengarkan keterangan. “Sesuai jadwal, terlapor dan pelapor harus menghadap pada Selasa (22/6) pukul 09.00 Wita,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top