Mutasi Covid-19 India Berbahaya, IDI Minta Pemerintah Ambil Tindakan Emergency | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mutasi Covid-19 India Berbahaya, IDI Minta Pemerintah Ambil Tindakan Emergency


ILUSTRASI. Tenaga kesehatan di Puskesmas Pasir Panjang dengan APD lengkap. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

NASIONAL

Mutasi Covid-19 India Berbahaya, IDI Minta Pemerintah Ambil Tindakan Emergency


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah untuk segera melakukan tindakan tegas dari hulu, agar pelayanan kesehatan di tanah air tidak kolaps. Sebab, ketersediaan tempat tidur (BOR) rumah sakit saat ini sudah melebihi kapasitas, rata-rata di atas 70-80 persen menurut data Satgas Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih meminta kepada pemerintah agar serius untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang terlibat membantu penanganan Covid-19.
Ia memohon kepada seluruh pemerintah daerah khususnya yang daerahnya mengalami lonjakan kasus Covid-19 dan daerah di sekitarnya untuk menyempurnakan strategi PPKM mikro sebagai upaya memutus rantai penularan serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 202 segera mengambil kebijakan emergency.

“Segera mengambil kebijakan emergency dengan pengetatan dan pembatasan mobilitas serta aktivitas warga untuk mengendalikan kondisi darurat tingginya lonjakan kasus Covid-19 di daerah masing-masing dan mencegah kolapsnya layanan kesehatan,” tegasnya yang sudah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum PB IDI Moh. Adib Khumaidi kepada JawaPos.com, Senin (21/6).

IDI juga memohon kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan perlindungan terhadap naker yang bekerja membantu perawatan pasien Covid-19 agar tidak mudah terinfeksi. Sehingga dapat terus memberikan pertolongan dan perawatan serta dapat menjamin pelayanan terhadap pasien Covid-19 tetap berlangsung.

IDI memohon kepada pemerintah untuk mempercepat vaksinasi massal dan memperluas upaya tracing dan testing pada semua kelompok umur termasuk anak-anak. Meminta masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat dan sanksi yang tegas dari aparat penegak hukum.

Hal senada diungkapkan Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengingatkan siapa saja agar untuk jangan lengah melakukan protokol kesehatan ketat, 5M. Sebab penularan varian India tersebut begitu cepat hingga 80 persen dibandingkan varian aslinya.

“Varian Delta ini menular lebih banyak dibandingkan varian lain seperti varian Inggris sebelumnya, yakni 40-80 persen dibanding varian sebelumnya,” tegasnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top