Pemkot Larang Acara Pesta, Wilayah RT Ditutup Jika Jumlah Kasus Lebih Dari 10 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Larang Acara Pesta, Wilayah RT Ditutup Jika Jumlah Kasus Lebih Dari 10


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Acara Pesta, Wilayah RT Ditutup Jika Jumlah Kasus Lebih Dari 10


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Seiring terus meningkatnya angka kasus Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berencana melakukan penutupan sementara dibeberapa pintu keluar masuk wilayah dalam Kota Kupang. Penutupan itu akan diikuti dengan vaksinasi di wilayah kelurahan dengan target perhari 25-30 orang.

Sesuai data yang diperoleh TIMEX, kasus Covid-19 di Kota Kupang pada Senin (21/6) mengalami penambahan sebanyak 22 orang. Pada Selasa (22/6) bertambah lagi 20 orang. Dengan demikian, total pasien yang dirawat saat ini sebanyak 158 orang.

Menyikapi hal ini, Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta agar segala jenis acara pesta ditiadakan, dan memperketat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai pada tingkat mikro.

“Misalnya ada orang datang dari luar daerah ke wilayah Oebobo maka lurah akan cek. Kalau dia dari zona merah maka kita isolasi tapi tidak disitu. Kalau dia mau disitu kita akan tracing,” kata Hermanus Man, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (22/6).

Dari data yang dia peroleh, kata Herman, penyebaran kasus Covid-19 terjadi hampir disemua kelurahan di Kota Kupang. Untuk itu, lockdown tidak hanya difokuskan pada RT tetapi akan fokus pada tingkatan kelurahan.

Akan tetapi, Herman menegaskan tidak menutup kemungkinan menutup suatu wilayah RT, apabila diketahui wilayah itu terdapat jumlah kasus Covid-19 di atas 10. Dan sejauh ini semua RT jumlah kasus berada di bawah angka 10.

Dia mengatakan, daerah zona merah akan diperlakukan secara ketat dengan anjuran mengonsumsi makanan bervitamin. Sementara untuk daerah zona hijau, menurut Herman, akan diterapkan pemantauan terhadap orang baru yang masuk ke wilayah itu sambil menunggu hasil rapid tes.

Untuk keseluruhan, demikian Herman, Pemkot menargetkan vaksinasi 50-100 orang per hari dengan konsentrasi di wilayah merah, kuning, dan hijau. Herman menegaskan ketentuan menggelar acara pesta akan ditiadakan karena hal itu akan menimbulkan kerumunan dan menpercepat penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Kota Kupang Kembali Naik, Kadis Kesehatan Minta Warga Tertib Prokes

Herman meminta semua lurah untuk menggunakan anggaran refocusing yang ada untuk proses pencegahan Covid-19 di tingkatan keluarahan. Dia juga meminta agar obat-obat dan vitamin dibagikan secepatnya ke masyarakat.

Dia mengungkapkan, sejak adanya vaksinasi jumlah kasus Covid-19 di Kota Kupang turun dan hanya berkisar diangka 100. Namun Herman meminta penerapan protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan segala jenis informasi yang justru menimbulkan kecemasan dan berakibat pada penurunan imun tubuh. Herman mengaku dalam petunjuk pelaksanaan yang diberikan kepada seluruh jajaran OPD, hanya berisi imbauan berkaitan dengan pengetatan protokol kesehatan dan edukasi vaksinasi.

“Semua tim gugus tugas dalam sehari wajib dua kali keliling di wilayah masing-masing untuk sampaikan edukasi vaksin dan penerapan 5M,” katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mengatakan, untuk memperketat penerapan PPKM di tingkat mikro, maka harus menggandeng semua pihak termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Pemerintah atau tim gugus tugas juga harus melakukan pemantauan sampai di tingkat masyarakat. Karena jika pemerintah tidak memperketat pemantauan, maka masyarakat juga akan mengabaikan semua protokol kesehatan,” kata anggota Komisi IV ini.

Melihat peta persebaran Covid-19 di Kota Kupang berdasarkan zona merah, kuning, hijau, dan orange, Ewalde meminta Pemkot untuk mengatur secara baik jumlah tenaga yang ada untuk melakukan pemantauan di masyarakat, sebab yang memantau dan dipantau jumlahnya tak setara.

“Menjadi pertanyaan apakah pasien yang terkonfirmasi ini bisa terkontrol dengan baik atau tidak, karena penyebaran di daerah-daerah yang jumlah penduduknya padat tentunya sulit, jadi pemerintah harus benar- benar menyikapi ini,” pintanya.

Ewalde juga meminta agar pemerintah menggandeng semua unsur di masyarakat, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua yang terkait agar bersama-sama menjaga penerapan protokol kesehatan dan juga membangkitkan kesadaran masyarakat karena saat ini dapat dilihat bahwa masyarakat sudah tidak peduli dengan pelaksanaan protokol kesehatan. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top