Tiba Kefamenanu, Penyidik Kejari TTU Langsung Jebloskan Frederikus Lopez ke Rutan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiba Kefamenanu, Penyidik Kejari TTU Langsung Jebloskan Frederikus Lopez ke Rutan


MASUK RUTAN. Tim Penyidik Kejari TTU saat mengantar terpidana Frederikus Lopez ke Rutan Kelas II Kefamenanu untuk menjalani hukumannya, Selasa (22/6). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tiba Kefamenanu, Penyidik Kejari TTU Langsung Jebloskan Frederikus Lopez ke Rutan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Frederikus Lopez, terpidana kasus tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan perbatasan Haumeni Ana-Inbate yang berhasil diringkus tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) di wilayah Jakarta Barat, tiba di Kota Kefamenanu Selasa (22/6).

Frederikus kemudian langsung digelandang ke Rutan Kelas II Kefamenanu untuk menjalani masa hukuman kurungan badan sesuai amanat putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI).

Sesuai data yang berhasil dihimpun TIMEX, berdasarkan putusan MA Nomor: 2859 tertanggal 12 Maret 2018, terpidana Frederikus Lopez dijatuhi pidana penjara 5 tahun dengan denda Rp 200 juta rupiah subsidier 6 bulan penjara serta membayar uang pengganti Rp 431.749.712 subsidier 2 tahun penjara.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Selasa (22/6) membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakan, tim penyidik Kejari TTU berhasil mengamankan terpidana Frederikus Lopez di Jakarta. Setelah tiba di Kupang, terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2017 itu dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk dilakukan pemeriksaan. Keesokan harinya, Selasa (22/6) Frederikus Lopez tiba di Kefamenanu dan langsung digelandang menujun Rutan Kelas II Kefamenanu untuk menjalani hukumannya.

BACA JUGA: Kena Ringkus Jaksa di Jakarta, 3 Tahun Pelarian Frederikus Lopez Berakhir

“Terpidana Frederikus Lopez dijatuhi pidana penjara 5 tahun dengan denda Rp 200 juta rupiah subsidier 6 Bulan Penjara. Terpidana juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 431 juta subsidier 2 tahun penjara,” jelas Kajari Roberth.

Menurut Kajari Roberth, sesuai pengakuan terpidana Frederikus, ia berangkat ke Jakarta untuk bekerja guna menghidupi keluarga dan biaya studi anaknya.

Dengan diamankannya terpidana Frederikus, kata Roberth, saat ini Kejari TTU tidak memiliki terpidana yang masuk dalam DPO karena semuanya telah ditangkap oleh tim penyidik Kejari TTU. “Semua terpidana DPO Kejaksaan Negeri TTU sudah berhasil diamankan sehingga saat ini Kejari TTU bebas dari terpidana DPO,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top