Bupati Paulina Terima 32 Usulan Pemekaran Desa, Terbanyak dari Kecamatan Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Paulina Terima 32 Usulan Pemekaran Desa, Terbanyak dari Kecamatan Ini


TERIMA USULAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) didampingi Wabup Stefanus M. Saek, dengan sejumlah pejabat menerima usulan pemekaran desa yang diserahkan tokoh masyarakat Kecamatan Lobalain, bertempat di Kantor Bupati Rote Ndao, Rabu (9/6) lalu. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bupati Paulina Terima 32 Usulan Pemekaran Desa, Terbanyak dari Kecamatan Ini


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, telah menerima 32 usulan pemekaran desa. Jumlah tersebut, tersebar di 7 dari 11 kecamatan yang ada di Rote Ndao. Jumlah usulan terbanyak datang dari Kecamatan Lobalain, yakni sebanyak 8 desa pemekaran.

Dari 32 usulan tersebut, secara berturut-turut 26 usulan sudah lebih dulu diterima Bupati Paulina dari masyarakat di wilayah Kecamatan Lobalain, Rote Barat Daya, Rote Tengah, dan Rote Barat. Selanjutnya Kecamatan Rote Timur dan Loaholu, yang menyampaikan usulanya pada Rabu (9/6) lalu.

Selanjutnya, usulan serupa juga datang dari wilayah Kecamatan Pantai Baru. Walaupun disampaikan kemudian, namun pada Sabtu (19/6) lalu, 6 usulan pemekaran desa juga telah diterima Bupati Paulina di kantornya. Semua penyerahan proposal itu dilakukan dengan didampingi tokoh adat, yang hadiir mengenakan busana adat berikut aksesori adat lengkap khas Rote Ndao.

“Kami, sebagai pemerintah telah menerima aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat. Dan mereka meminta untuk mekarkan desa,” kata Bupati Paulina kepada TIMEX usai menerima proposal pemekaran desa dari Kecamatan Loaholu, Rabu (9/6) lalu.

Menurutnya, pemekaran yang dikehendaki masyarakatnya adalah untuk mendukung percepatan terhadap pelayanan publik sekaligus mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, dari pemekaran tersebut, juga akan berdampak langsung pada kualitas tata kelola pemerintahan, karena memiliki ruang lingkup pelayanan yang semakin kecil. Bahkan, akan menimbulkan daya saing dari masyarakatnya, untuk memajukan desanya masing-masing, sesuai kearifan lokal yang dimiliki.

Namun demikian, diakui Bupati Paulina, tak semudah membalikan telapak tangan untuk untuk melaksanakan pemekaran desa, sebagaimana yang diminta. Sebab, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, begitu juga tahapan yang harus dilakukan. Sehingga, dukungan masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Untuk memekarkan desa baru, tentu ada mekanismenya. Ada syarat yang harus dipenuhi. Dan ini semua telah diatur dalam ketentuannya. Sehingga pemerintah juga mengharapkan dukungan dari masyarakat,” harap Bupati Paulina, yang meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rote Ndao segera menindak-lanjuti usulan tersebut.

“Dinas PMD, tolong secepatnya tindak-lanjuti ini. Lakukan dengan memedomani ketentuan yang berlaku agar tidak disalahkan karena menyalahi aturan,” pintanya.

Terhadap permintaan Bupati, Dinas PMD sebagai dinas teknis saat ini mulai berproses. Tahapan yang telah dilakukan yakni dengan membentuk panitia tingkat desa, di setiap desa yang diusulkan untuk dimekarkan.

Selanjutnya, kepengurusan untuk panitia tingkat kabupaten sementara dipersiapkan. Begitu juga draft Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang sudah diajukan untuk ditetapkan. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi ke desa-desa yang mengusulkan pemekaran.

“Hari ini, Rabu (23/6) kami ketemu Pak Sekda untuk konsultasikan draft RKTL-nya. Dan setelah ditetapkan, tahapan selanjutnya adalah melakukan sosialisasi ke desa,” kata Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M.K. Therik, ketika dikonfirmasi TIMEX pertelepon, Rabu (23/6).

Sementara itu, terhadap jumlah desa yang mengusulkan untuk dimekarkan, Sekretaris Dinas PMD, Ronald H. Taulo mengatakan, dari 32 proposal usulan pemekaran desa, 8 diantaranya berasal dari wilayah Kecamatan Lobalain. Jumlah tersebut sekaligus merupakan yang terbanyak dari 6 kecamatan lainnya.

Ronald merinci, setelah Lobalain, diikuti Kecamatan Pantai Baru dan Rote Barat Daya dengan 6 proposal usulan pemekaran desa. Sedangkan masing-masing 5 usulan disampaikan Kecamatan Rote Timur dan Rote Tengah.

“Lobalain paling banyak. Dan paling sedikit yang mengusulkan adalah Kecamatan Rote Barat dan Loaholu. Masing-masing diusulkan satu desa untuk dimekarkan,” kata Ronald H. Taulo, saat dikonfirmasi TIMEX di ruang kerjanya.

Ronald mengatakan, usulan pemekaran tersebut diajukan selain memekarkan desa, juga ada penggabungan beberapa wilayah desa dan kelurahan yang juga diusulkan untuk dijadikan desa. Namun, semua usulan yang sudah disampaikan, sebutnya, akan dikaji dan diverifikasi guna menentukan layak tidaknya dimekarkan. Selanjutnya diusulkan untuk memperoleh persetujuan.

“Selain mekarkan wilayah desa, ada juga penggabungan wilayah desa yang bersandingan. Begitu juga wilayah kelurahan yang diusulkan untuk dimekarkan menjadi desa. Kalau layak langsung diusulkan ke Gubernur NTT, yang selanjutnya bisa memperoleh kode registrasi desa persiapan,” kata Ronald, yang kemudian merinci jumlah yang dimekarkan dan juga digabung.

“Yang mekar wilayah, diusulkan dari 21 desa dan 3 kelurahan, dengan 24 calon desa persiapan. Sedangkan yang gabung beberapa wilayah ada 8 desa dengan 2 kelurahan untuk menjadi 5 calon desa persiapan. Sehingga semuanya berjumlah 32 desa usulan pemekaran,” katanya. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top