Bupati Sarai Bertekad Pertahankan Partisipasi Pemilih di PSU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sarai Bertekad Pertahankan Partisipasi Pemilih di PSU


Penjabat Bupati Sarai, Doris Alexander Rihi (kiri) tampak berdialog dengan Dandim 1604/Kupang, Kolonel Arh. Abraham Kalelo (kanan) sebelum acara penandatanganan NPHD pengamanan PSU Pilkada Sarai di ruang rapat Assisten I Setda NTT, Senin (21/6). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Bupati Sarai Bertekad Pertahankan Partisipasi Pemilih di PSU


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Partisipasi pemilih dalam proses demokrasi pemilihan kepala daerah sangat menentukan kualitas kepemimpinan disuatu wilayah. Atas dasar tersebut Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) optimistis pertahankan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati-Wakil Bupati Sabu Raijua yang akan diselenggarakan pada 7 Juli 2021 mendatang.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Alexander Rihi mengatakan, kalah dan menang dalam sebuah kompetisi itu adalah hal yang biasa. Namun proses demokrasi untuk mencari pemimpin harus yang berkualitas. Maju dan tidaknya sebuah daerah sangat ditentukan dari pemimpinnya. Sehingga masyarakat harus terlibat dalam memberikan hak suaranya sebagai warga negara yang baik.

“Partisipasi pemilih pada pemilihan serentak 9 Desember 2020, berkisar 81 persen. Maka pada PSU nanti, minimal tingkat partisipasinya dipertahankan atau lebih baik lagi. Jangan menurun,” tegasnya.

Upaya-upaya sosialisasi, imbauan tentang PSU tengah dilakukan baik pemerintah maupun pahak penyelenggara KPU dan juga Bawaslu. “Kerjasama dari berbagai pihak dalam memberikan dukungan terhadap PSU melalui partisipasi juga sangat penting,” katanya.

Dikatakan, meski pelaksanaan PSU masih dalam masa pandemi namun penyelenggara telah menetapkan sistem pemilihan yang baik, menghidari kerumunan masa dan mengantisipasi penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Proses pemberian hak suaranya nanti ada batasan waktunya jadi masyarakat usai mencoblos langsung diarahkan untuk pulang. Kita berharap dan terus optimis partisipasi masyarakat tetap tinggi pada PSU nanti,” tandasnya.

Ketua KPU Kabupaten Sabu Raijua, Kirenius Padji menambahkan, untuk menjalankan tahadap PSU, pihaknya telah mengaktifkan kembali panitia Ad-Hoc ditingkat kecamatan, desa/kelurahan serta di tingkat TPS.

Tahapan pemilihan juga tengah berlangsung dan KPU sangat siap melaksanaan PSU. Saat ini KPU sudah melakukan pengadaan logistik pemilu, semuanya sudah tiba di Sabu dan sedang dilakukan sortir serta pengepakan.

BACA JUGA: Amankan PSU Sarai, Pemkab Hibahkan Rp 600 Juta untuk TNI

“Selesai sortir dan pengepakan, tinggal di distribusikan ke TPS masing-masing. Semua tahapan mendapat pengawasan secara ketat dari Bawaslu sehingga diharapkan bisa mendapatkan pemimpin untuk kabupaten sabu raijua,” katanya.

Ia berharapkan agar tingkat partisipasi masyarakat harus dipertahankan dan ditingkatkan karena ini merupakan suatu proses demokrasi yang harus dijalankan oleh masyarakat dan mendapat pengawalan dari TNI-Polri.

“Kami sangat paham bahwa kondisi daerah saat ini sangat memprihatinkan karena diperhadapkan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan biaya yang banyak namun PSU tetap dijalankan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada penjabat Bupati dan jajarannya karena telah bekerja keras melakukan refocusing penyediakan anggaran dalam rangka penanganan tiga persoalan tersebut.

“Ini salah satu prestasi untuk pak penjabat sebenarnya karena itu masyarakat diharapkan terlibat dalam PSU nanti,” tuturnya.

Untuk diketahui, total keseluruhan dana PSU yang ditambahkan senilai Rp 7.380.356.290. Dana tersebut akan ditambahkan dengan sisa anggaran Pilkada sebelum senilai Rp 1.976.110.099. Dana PSU ini lebih kecil dari anggaran yang digelontorkan pada Pilkada serentak lalu, yakni sebesar Rp 23.600.000.000.

Anggaran PSU yang dialokasikan dari hasil refocusing itu secara rinci KPU dihibahkan Rp 4.744.709.000 ditambah sisa anggaran sebelumnya Rp 562.121.889 sehingga total anggaran KPU Rp 5.306.830.889. Sedangkan Bawaslu juga mendapat hibah pembiayaan pengawasan PSU sebanyak Rp 524.132.290 untuk menambah sisa dana 1.407.986.710 jadi total keseluruhan dana untuk Bawaslu 1.932.119.000.

Sementara dana pengamanan untuk pihak kepolisian dialokasikan penambahan sebesar Rp 1.511.515.000 karena dana yang dihibahkan pada Pilkada sebelumnya habis terpakai. Lalu untuk TNI senilai Rp 600.000.000. Pada pilkada serentak sisa dana Rp 6.001.500. Maka total anggaran seluruhnya untuk TNI, sebesar Rp 606.001.500.

“Pada Pilkada serentak 2020 lalu, pengamanan dari TNI di-backup dari Kodim 1627/Rote Ndao, dan kali ini kita di-backup dari Kodim 1604/Kupang,” ujar Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Victor Daud Hiwa Radamuri. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top