Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Polres Mabar Tangkap Warga Matim di Labuan Bajo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Polres Mabar Tangkap Warga Matim di Labuan Bajo


Kasat Reskrim Polres Matim, Ipda Agustian Sura Pratama, S.Tr.K. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Polres Mabar Tangkap Warga Matim di Labuan Bajo


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Aparat Polres Manggarai Barat (Mabar) berhasil menangkap tersangka AN, 22, seorang pria yang berusaha kabur dari Manggarai Timur (Matim) untuk menyetubuhi seorang gadis yang masih di bawah umur. Penangkapan terhadap AN berlangsung pada Senin (21/6) malam.

Setelah ditangkap, AN langsung diserahkan dan diamankan di Polres Matim. Tersangka merupakan warga Wolo Kolo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Matim. Ia menyetuhubi korban MCD, 17, juga warga kelurahan Kota Ndora. Diduga, AN berangkat dari Borong dan hendak pergi ke luar dari Pulau Flores, melalui Pelabuhan Laut di Labuan Bajo.

“Iya benar tersangka sudah ditangkap. Kita sudah jemput di Labuan Bajo. Sudah diperiksa. Pelakunya sudah ditetapakan sebagai tersangka dan kini diamankan di Polres Matim,” ujar Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto, melalui Kasat Reskrim, Ipda Agustian Sura Pratama, S.Tr.K, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/6).

Agustian menjelaskan, personil Jatanras Polres Mabar menangkap tersangka di seputaran kota Labuan Bajo, pada Senin (21/6) sekira pukul 22.00 Wita. Penangkapan itu dilakukan setelah Polres Matim berkoordinasi dengan Polres Mabar melalui Kasat Reskrim.

Setelah berhasil ditangkap, pada pukul 03.45 wita, tersangka diserahkan oleh personil Jatanras Polres Mabar ke Satuan Reskrim Polres Matim, yang saat itu dipimpin KBO Satuan Reskrim, Ipda Yostan Alexandria Lobang. Selanjutnya tersangka dibawa ke Borong, Kabupaten Matim.

“Awalnya, Senin (21/6) pukul 20.00 Wita, Bapak Kapolres memerintahkan saya sebagai Kasat Reskrim untuk melakukan penangkapan dan membawa tersangka AN ini. Atas perintah itu, personil Polres mendatangi rumah tersangka. Ternyata telah melarikan diri ke Labuan Bajo. Kita langsung koordinasi dengan Polres Manggarai Barat,” jelas Agustian.

Dijelaskan, perintah penangkapan terhadap tersangka itu setelah adanya laporan kasus persetubuhan anak di bawah umur dari pihak korban, pada Minggu (20/6). Sesuai laporan polisi LP/64/VI/2021/NTT/RES M’RAI TIMUR tanggal 20 Juni 2021. Saat ditangkap oleh personil Polres Mabar, tersangka tidak melakukan perlawan.

“Di bawah pimpinan KBO Reskrim, Ipda Yostan, ada tiga anggota Polisi Polres Matim yang diperintah untuk menangkap tersangka dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur ini, masing-masing  Bripka Faisal Maulana, Bripka Yonas M. Atafufur, dan Bripda Marion A. Lema,” kata Agustian.

Dia juga menambahkan, kasus persetubuhan anak di bawah umur ini terjadi, Sabtu (19/6) malam sekira pukul 22.45 Wita. Saat itu korban MCD, sedang tidur. Tersangka datang ke rumah korban, dan masuk lewat pintu belakang. Korban sempat berteriak. Pelaku langsung membekap mulut korban dan mengancam korban. Merasa menguasai korban, tersangka pun melakukan aksi bejadnya.

“Setelah diancam, tersangka langsung menelanjangi dan menyetubuhi korban. Keesokan harinya, pihak korban datang lapor ke Polres Matim. TKP di rumah milik korban di Watu Kolo. Rencananya, Jumat (25/6/21) kita bawa Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai di Ruteng,” katanya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top