Ada Rumor Rekanan Klaim Dapat Proyek karena Bekingan APH, Ini Pernyataan Tegas Kajari TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Rumor Rekanan Klaim Dapat Proyek karena Bekingan APH, Ini Pernyataan Tegas Kajari TTU


Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ada Rumor Rekanan Klaim Dapat Proyek karena Bekingan APH, Ini Pernyataan Tegas Kajari TTU


Terkait Pembangunan Jembatan Naen di TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), Robert Jimmy Lambila memberikan peringatan keras kepada Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan juga dinas teknis yang mau memenangkan rekanan tertentu atas intervensi aparat penegak hukum (APH) di TTU.

Pasalnya, beredar rumor bahwa ada rekanan tertentu yang mengklaim sudah memenangkan paket pekerjaan tertentu karena dibekingi APH. Terutama kegiatan pembangunan Jembatan Naen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilakukan pendampingan hukum oleh Kejari TTU.

“Terkait dengan pengadaan barang dan jasa, lebih khususnya kegiatan yang kami dampingi yaitu pembangunan Jembatan Naen. Saya mendengar isu, informasi-informasi dari masyarakat, kalau ada oknum tertentu yang sudah mengklaim, bahwa pekerjaan itu milik dia sehingga nanti dia menang. Karena, dia dibekingi oleh aparat penegak hukum,” ungkap Roberth kepada TIMEX, Rabu (23/6).

Dikatakan, pimpinan dan jajaran Kejari TTU sudah berkomitmen untuk tidak kongkalikong dalam permainan proyek pembangunan. Tidak hanya itu, Roberth juga menegaskan bahwa, dirinya telah memperingatkan aparat Kejari TTU untuk tidak mengintervensi pelaksanaan tender dan pengerjaan proyek pembangunan di Bumi Biinmafo itu.

“Tidak akan dan itu saya omong bukan retorika tetapi ini komitmen saya dan seluruh anggota saya. Tidak pernah saya atau bawahan saya menitipkan rekanan atau pengusaha untuk dimenangkan. Itu saya punya mulut dan saya pastikan itu. Jika itu terjadi, laporkan kepada saya. Saya akan tindak tegas,” tegasnya.

Menindaklanjuti beredarnya isu tersebut, dirinya memanggil para ULP dan PPK untuk memberikan peringatan kepada mereka.

Ia juga menjelaskan kepada para pihak untuk melaporkan kepada dirinya apabila ditemukan oknum aparat hukum khususnya Kejari TTU dan Kejati NTT yang mengintervensi atau mem-back up pelaksanaan tender dan pengerjaan proyek.

Selain itu, lanjut Roberth, dirinya berkomitmen untuk menindak tegas seluruh bawahannya yang bermain proyek dan mengintervensi pelaksanaan proyek. “Penyedia barang dan jasa memproses hal ini secara profesional. Sehingga rekanan yang dihasilkan adalah yang profesional yang dapat membangun negeri ini dengan baik,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top