Harganas di Matim, Anak dan Ibu Dapat Makanan Bergizi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Harganas di Matim, Anak dan Ibu Dapat Makanan Bergizi


PEDULI IBU-ANAK. Ketua TP PKK Matim, Ny. Theresia Wisang-Agas melihat satu persatu kondisi anak sebelum ditimbang, ukur tinggi, dan pemberian PMT. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

NASIONAL

Harganas di Matim, Anak dan Ibu Dapat Makanan Bergizi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melaksanakan kegiatan posyandu di Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Rabu (23/6). Disana, anak-anak dan para ibu mendapat makan tambahan bergizi.

Terpantau, posyandu itu berlangsung di aula Kantor Camat Kota Komba. Posyandu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28. Terlaksananya kegiatan ini berkat kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Wae Lengga, dan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP-PKK Matim, Ny Theresia Wisang-Agas, Wakil Ketua TP-PKK,  Ny. Alexandria Anggal-Jaghur, pengurus dan anggota TP-PKK Kabupaten Matim, Ketua TP PKK Kecamatan Kota Komba, Inosensius Indel bersama pengurus, Kepala Puskesmas Wae Lengga bersama jajaranya, dan kader.

“Kegiatan Posyandu ini rutin dilakukan setiap bulan oleh petugas kesehatan bersama kader. Tapi yang kita dilaksanakan hari ini, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28, yang jatuh pada 29 Juni 2021,” jelas Ketua TP PKK Matim, Ny Theresia Wisang.

Dalam kegiatan Posyandu itu, TP PKK hadir untuk memantau kondisi kesehatan anak, perkembangan tumbuh kembang balita, kesehatan ibunya, dan melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan bergizi tinggi. PMT yang diberikan saat itu berupa bubur kacang hijau dan sorgum.

Ny Theresia menekankan, hal yang paling penting dalam kegiatan ini yakni TP PKK hadir memberi sosialisasi dan edukasi kepada para ibu dari anak-anak. Tentu terkait upaya dalam melakukan pencegahan dan penurunan stunting. Juga upaya keluarga untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

“Makanan tambahan yang diberikan untuk anak usia diatas 6 bulan dan ibunya. Selain anak bergizi, ibunya juga harus sehat dan bergizi. Mencegah stunting lewat konsumsi makanan, tidak perlu harus makanan yang mahal. Makanan pangan lokal pun dapat meningkatkan gizi anak-anak,” ujar Ny Theresia.

Dalam kegiatan itu juga, pihaknya memberikan edukasi kepada para petugas kader. Baik kader posyandu dari TP-PKK maupun kader-kader posyandu dari Puskesmas yang ada. Terkait pelayanan dalam setiap posyandu, menurut Ny. Therisia, kader itu bukan hanya periksa kesehatan anak balita, tetapi harus mampu menciptakan kegiatan yang lebih menarik.

“Ciptakan kegiatan apa saja. Tujuanya agar para orang tua  tertarik untuk datang ke posyandu membawa anaknya. Ada ibu-ibu malas datang Posyandu, padahal Posyandu itu penting. Kepada ibu-ibu juga kami minta rubah itu pola pikir, bahwa tidak perlu pergi Posyandu karena nanti petugas yang datang ke rumahnya,” katanya.

Ny Theresia tegaskan, bahwa Posyandu itu penting. Tidak hanya untuk anak balita, tapi untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Posyandu itu upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat  dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuanya mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, dan persalinan.

“Posyandu bukan hanya pemeriksaan kesehatan dengan timbang berat badan dan ukur tinggi badan anak. Tapi ada juga pelayanan kesehatan lain, salah satunya pemberian penyuluhan terkait merawat dan menumbuhkan kembangkan anak yang normal dan baik,” ujarnya.

Ny Theresia juga menyebut dalam kegiatan Posyandu di Kelurahan Watu Nggene, dibagi 4 titik lokasi, yakni Wae Lengga, Mausui, Milas, dan Magi Boti. Untuk di Wae Lengga, target pelayanan Posyandu itu kepada 50 orang. Tapi ternyata lebih dengan jumlah 61 orang.

Menurut Ny Theresia, kegiatan seperti ini dilaksanakan pada setiap tahun. Basanya dipadukan dengan hari Kesatuan Gerak PKK dan juga Bulan Bhakti Gotong Royong. Dimana melibatkan berbagai instansi, baik dari Pemerintah maupun dari instansi swasta. Tahun 2020 lalu batal dilaksanakan karena Covid-19.

“Kami dari PKK Matim, selama ini, sejak 1 Juni sudah melaksanakan kegiatan seperti ini, dengan nama Gerakan Bulan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita. Kenapa ambil kegiatan Posyandu, karena menyangkut pemantuan tumbuh kembang anak dan Harganas, ” tegasnya.

Selama ini, lanjut Ny Theresia, untuk kelurahan setiap pelayanan Posyandu tidak ada PMT. Karena tidak adanya anggaran seperti dana desa di pemerintahan desa. Sehingga PMT yang diberikan dalam Posyandu Wae Lengga, baru pertama kali ibu dan anak-anak menerimanya.

“Tadi waktu kita memberi edukasi, kita temukan ada masalah. Dimana banyak ibu yang mengaku, kalau anak mereka, tidak suka makan sayur. Hal seperti ini jangan dibiarkan. Kita harus bisa mengajak anak dengan cara apa saja, agar bisa makan sayur dan makanan bergizi. Kita orang tua, harus menggunakan bahan makanan yang benar dan diolah dengan benar,” pintanya.

Sementara seorang ibu, Anastasia Wela, kepada TIMEX mengaku senang dengan kegiatan Posyandu kali ini. Dimana dia dan anaknya yang sudah berusia 3,5 bulan, bisa mendapat PMT bergizi. Selama ini, setiap Posyandu belum pernah ada pemberian makanan tambahan bergizi tinggi. Termasuk mereka diberi edukasi seputar kesehatan dalam keluarga.

“Kami rasa senang, karena ini yang pertama kami dapat PMT. Kami juga mendapat edukasi terkait perawatan anak,  pola pemberian makanan, pilihan makan yang benar, pola hidup bersih, dan banyak hal terkait kesehatan dalam rumah. Tidak hanya untuk anak, tapi kami sebagai ibu juga perlu terapkan pola hidup sehat itu seperti apa,” ungkapnya (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top