HH Minta Kadin Pusat Rangsang Pertumbuhan Investasi di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

HH Minta Kadin Pusat Rangsang Pertumbuhan Investasi di NTT


DISAMBUT TARIAN ADAT. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Dahadalia didampingi Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, Wagub NTT, Josef Nae Soi, Ketua Kadin NTT, Abraham Paul Liyanto disambut tarian adat Sabu saat tiba di B & B Lounge n' Kitchen Sotis Hotel Kupang, Rabu (23/6) malam. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

HH Minta Kadin Pusat Rangsang Pertumbuhan Investasi di NTT


Silahturahmi Menteri Investasi/Kepala BKPM, Pemprov dan Pengusaha NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat untuk merangsang pertumbuhan investasi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, kata politikus berlatar belakang pengusaha ini, potensi investasi yang cukup terbuka lebar di 22 kabupaten/kota se-NTT ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha maupun investor lokal setempat.

Menurut Herman Herry, NTT itu ibarat raksasa tidur. Asal diurus dengan baik dan benar oleh orang baik, maka NTT pasti maju seperti daerah lainnya.

“Saya sering omong kepada Pak Menteri Investasi (Bahlil Lahadalia, Red) bahwa kalau Tuhan mengizinkan, tolong dong kampung saya. Saya mau koq jadi partnernya. Saya juga akan mengajak teman-teman yang lain, semua pengusaha Kadin di NTT, mari kita bergandengan tangan. Hilangkan ego pribadi dan kesombongan. Jika Kta orang NTT tidak bersatu, saling pukul, saling tusuk, maka kita tidak akan maju-maju,” kata sosok yang akrab disapa HH saat menyampaikan sambutan sebagai pengusaha sekaligus politikus pada acara silahturahmi Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, para pengusaha Kadin di B & B Kitchen n’ Lounge, Sotis Hotel Kupang, Rabu ( 23/6) malam.

Selaku pengusaha NTT sekaligus politikus Senayan dari Fraksi PDI Perjuangan, HH mengaku sudah berusaha memperkenalkan NTT dalam berbagai pertemuan dengan berbagai kalangan di luar negeri saat melaksanakan tugasnya.

“Saya sering katakan kepada orang-orang yang saya temui. Kalau saya bicara di luar negeri mereka bilang NTT itu di negara bagian mana. Saya jelaskan, NTT itu dekat Timor Leste, dekat Darwin (Australia), baru mereka tahu. Saya ingin mengatakan, secara politik gegrafis kepada mereka bahwa NTT adalah wilayah strategis baru orang luar tahu bahwa NTT ada dimana? Ada apa di sana? Banyak apa di sana? Dan hanya apanya yang belum dimunculkan,” kata HH.

BACA JUGA: Jelang Munas VII di Kendari, Kadin NTT Deklarasi Dukung Arsjad Rasjid

HH menilai, dukungan pemerintah pusat untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di NTT sangat besar. Salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat terlihat dari kunjungan silaturahmi Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dengan pemerintah dan para pengusaha Kadin NTT.

“Pak Menteri (Bahlil Lahadalia, Red) juga anak Indonesia Timur. Saya yakin beliau tahu budaya orang Timur. Saya sendiri berasal dari orang tua miskin. Saya merantau ke Jakarta sebagai kuli pabrik. Saya mulai dari bawah kurang lebih 40 tahun. Sebagai politisi, saya anak buahnya Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri), saya berasal dari partai wong cilik, makanya saya omong kepada Pak Menteri Investasi bahwa kalau Tuhan mengizinkan, tolong dong kampung saya. Saya mau koq jadi partnernya,” kata HH mengulangi pernyataan sebelumnya.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia yang hadir di forum itu mengatakan, untuk memajukan ekonomi NTT, butuh dukungan pungusaha dalam jumlah yang banyak. Sesuai teori, kata Bahlil, sebuah negara yang maju minimal pengusahanya 4 persen.

“Kalau kita belajar dari negara-negara maju seperti Singapura, pengusahanya itu 9 persen Amerika 12 persen. Ini semakin memperkuat argumentasi bahwa sebuah negara dalam proses pembangunannya dominasi birokrasi lebih dominan ketimbang pengusahanya. Maka kecenderungan pembangunan wilayah itu akan lambat. Tapi ketika pengusahanya lebih dominan dan pemerintahnya mengatur, maka otomatis pembangunannya akan cenderung lebih cepat,” kata Bahlil.

Karena itu, lanjutnya, dalam konteks pembanguan ekonomi di NTT, dunia enterpreneur harus diperkuat. “Saya yakin tidak mungkin lapangan kerja sepenuhnya disiapkan pemerintah, maka enterpreneur jadi penopang utamanya,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam acara itu juga, Kadin NTT secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada sosok M. Arsjad Rasjid P. M untuk memimpin Kadin Indonesia periode 2021-2026 melalui Munas VII yang berlangsung di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir bulan ini. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top