Kapal Phinisi Terbakar di Perairan Pulau Kambing, 4 Wisatawan Selamat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kapal Phinisi Terbakar di Perairan Pulau Kambing, 4 Wisatawan Selamat


INTEROGASI. Tim Rescue Lanal Labuan Bajo saat menginterogasi awak kapal dan tour guide pada kasus kebakaran kapal Phinisi Indu Komodo, Rabu (23/6) malam. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Kapal Phinisi Terbakar di Perairan Pulau Kambing, 4 Wisatawan Selamat


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Sebuah kapal wisata jenis Phinisi bernama KML Indu Komodo terbakar di perairan Pulau Kambing, tidak jauh dari Pulau Rinca pada Rabu (23/6) sekitar pukul 22.00 Wita.

Hal ini dibenarkan oleh Komandan Lanal (Danlanal) Labuan Bajo, Mayor Laut (KH) Budi Purwoto, dan Kapten Laut (E) I Made Suwardana saat dikonfirmasi TIMEX, Kamis (24/6).

Mayor Budi mengatakan, sekira pukul 23.00 Wita pada Rabu (23/6), pihaknya memperoleh informasi bahwa ada kapal Phinisi terbakar di sekitar Pulau Kambing pada koordinat 08.38’125″ S 119.42’492″ E. Mendapat informasi itu, kata Mayor Budi, pihak TNI AL membangun koordinasi dengan Tim Rescue Labuan Bajo seperti Basarnas dan Polairud, lalu bergerak menuju titik kumpul Kantor Syahbandar Labuan Bajo.

Selanjutnya, jelas dia, Tim Rescue gabungan yang terdiri dari TNI AL Lanal Labuan Bajo sebanyak 8 personil, Basarnas, Polair dan Syahbandar kemudian meluncur ke TKP menggunakan dua unit seareder dan dau unit sea hunter. “Saat tiba di lokasi, tim rescue menemukan kebakaran sudah dapat diatasi, selanjutnya melaksanakan intrograsi kepada kapten kapal dan tour guide,” jelasnya.

Mayor Budi mengatakan, dari hasil interogasi diperoleh keterangan bahwa kapal Phinisi Indu Komodo dengan kapten Arif Gunawan itu membawa 3 orang ABK dan 4 orang tamu/wisatawan domestik.
Dijelaskan, dalam kesempatan itu Arif Gunawan selaku kapten kapal menceritrakan kronologis kejadian bahwa sekitar pukul 22.30 Wita salah satu ABK, Mantok mengetahui terjadi kebakaran diburitan kapal dan ia berteriak dengan mengatakan, “Terjadi kebakaran di genzet buritan kapal.”

Selanjutnya ABK Mantok berusaha memadamkan api dengan air, sementara tour guide, Valerius Aqino Agung berteriak minta tolong ke kapal terdekat yang lego jangkar di sekitar perairan Pulau Kambing.

“Lalu datang bantuan dari Kapal Viona dan Kapal Liberti dengan menggunakan speed dan memberi bantuan pemadaman menggunakan Apar (Alat Pemadam Api Ringan) dan air, selanjutnya melaksanakan evakuasi penumpang,” jelas Mayor Budi.

BACA JUGA: KLM Phinisi Terbalik di Perairan Pulau Bidadari, Wartawan Istana Selamat

BACA JUGA: Begini Penjelasan Istana Terkait Insiden Kapal Terbalik di Labuan Bajo

Mayor Budi menyebutkan, empat tamu domestik yang berada di kapal naas itu terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak, yakni Harris Fadilah Siregar, Dinda Khalisah Siregar, Fara Alyya Siregar, dan Wanjhaharan. “Sekira pukul 00.00 Wita api baru dapat berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Mayor Budi menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian material menunjukan seluruh bagian buritan kapal habis terbakar bersama dua unit genzet.

Terkait kondisi empat wisatawan domestik itu, lanjutnya, pada Kamis (24/6) dinihari sekira pukul 00.50 Wita mereka dievakuasi ke Kapal Viona dan dijemput agen kapal Chintia Indo Tropical menggunakan speed boad untuk dievakuasi ke Pelabuhan Labuan Bajo, lalu bermalam di Hotel Mawar.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari tour guide, Valerius Aqino Agung menyebutkan bahwa pada Rabu (23/6) sekira pukul 09.00 Wita, ia bersama tamunya menumpang kapal Phinisi berangkat dari pelabuhan Labuan Bajo untuk melakukan tour selama 3 hari 2 malam.

Rute pertama ke Pulau Kelor lanjut ke Teluk Manjarite dan melaksanakan aktivitas snorkling. Setelah itu, lanjut ke Pulau Kalong. Perjalanan wisata terus ke Pulau Kambing untuk bermalam. Mereka tiba sekira pukul 19.30 Wita. Selanjutnya kapal laksanakan lego jangkar, makan dan istirahat malam. “Di sini kejadian sekira pukul 22.30 Wita terjadi kebakaran di buritan kapal,” beber Valerius.

Dari interogasi lanjutan, diketahui pemeriksaan kapal tidak laik laut karena tidak dilengkapi alat keselamatan kapal seperti alat pemadam api ringan (Apar) sehingga saat diketahui ada kebakaran, tidak segera bisa diatasi. Akibatnya untuk tindakan pemadaman saat terjadi kebakaran kapal menggunakan Apar milik kapal lain. “Kapal yang terbakar kondisi mesin masih bisa jalan, rencana akan kembali ke pelabuhan Labuan Bajo untuk proses lebih lanjut,” jelas Mayor Budi lagi. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top