Kasus Covid-19 Terus Menanjak, Tersisa 9 Kelurahan di Kota Kupang yang Zona Hijau | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 Terus Menanjak, Tersisa 9 Kelurahan di Kota Kupang yang Zona Hijau


Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 Terus Menanjak, Tersisa 9 Kelurahan di Kota Kupang yang Zona Hijau


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Kupang terus menanjak. Dari 51 kelurahan di Kota Kupang, hanya tersisa 9 kelurahan yang masih berada di zona hijau. Sementara kelurahan dengan status zona merah, yang tadinya hanya dua, kini sudah meningkat menjadi lima kelurahan. Antara lain, Kelurahan Manulai II, Oebobo, Fatululi, Kelapa Lima, dan Kelurahan Oesapa.

Dari data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kamis (24/6), 9 kelurahan yang masuk zona hijau yaitu, Kelurahan Lasiana, Fatukoa, Belo, Batuplat, Naimata, Pasir Panjang, Solor, Nunbaun DElha (NBD), dan Kelurahan Fatufeto. Lainnya berada pada zona orange dan kuning.

Sementara itu, total pasien yang dirawat baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri, sebanyak 174 orang. Pada Rabu (23/6), terjadi penambahan kasus sebanyak 27 orang, lalu Kamis (24/6) bertambah lagi 25 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan, dengan adanya peningkatan kasus, maka semua tim gugus tugas harus berperan lebih aktif untuk mengawasi wilayah masing-masing. “Dengan adanya surat edaran wali kota, maka harus ditegaskan sampai di tingkat kelurahan, RT dan RW, dilarang adanya pesta, terutama di zona merah,” katanya.

BACA JUGA: PPKM Mikro Belum Efektif, Presiden Jokowi Tagih Komitmen Pemda Atasi Covid-19

BACA JUGA: Pemkot Larang Acara Pesta, Wilayah RT Ditutup Jika Jumlah Kasus Lebih Dari 10

Retnowati menjelaskan, tim gugus tugas tingkat kota juga harus berperan aktif, bagaimana peran Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Perizinan dan OPD lainnya, agar bisa bersinergi menjaga pintu masuk kota, dan menertibkan serta mengawasi penerapan SE tentang penebalan PPKM tingkat mikro.

“Sudah ditegaskan bahwa kegiatan ibadah dan sekolah juga dibatasi, jadi harus benar-benar ada kerja sama dengan semua pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat,” katanya.

Retnowati mengaku, Dinas Kesehatan juga meningkatkan tracing dan testing, dengan target seperseribu per jumlah penduduk. Jadi sekitar 450 sampel per minggu. Kalau ada kasus positif, maka dilakukan tracing atau tes terhadap 15 sampai 30 kontak.

Retnowati menambahkan, Dinas Kesehatan juga menunggu informasi dari RSUD W. Z. Johannes Kupang, terkait apakah sudah ada varian baru yang masuk ke Kota Kupang atau belum. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top