Polres Rote Ndao Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Saindule, Ada Dugaan Jalinan Cinta Terlarang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Rote Ndao Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Saindule, Ada Dugaan Jalinan Cinta Terlarang


REKONSTRUKSI. Proses rekonstruksi kejadian pembunuhan pada peragaan adegan pelaku memergoki sang istri sedang berhubungan dengan korban yang berujung pada aksi pembunuhan oleh pelaku setelah korban berusaha melarikan diri dari jendela. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Polres Rote Ndao Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Saindule, Ada Dugaan Jalinan Cinta Terlarang


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao melakukan rekonstruksi terhadap kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Saindule, pada Kamis (10/6/2021) lalu. Dari 18 adegan rekonstruksi yang dilakukan, disinyalir adanya jalinan cinta terlarang antara Martensi S. Lau selaku korban pembunuhan dengan istri pelaku.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Rabu (23/6), Polres Rote Ndao menyebutkan, 18 adegan dalam kegiatan reka ulang kejadian itu dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Yames J. Mbau. Reka ulang itu diperagakan langsung tersangka/pelaku, Marthinus Nomlene, dengan sejumlah saksi, termasuk istri pelaku, MYH.

Dari semua adegan, terdapat peragaan yang mengarah pada sebuah hubungan spesial antara MYH dan korban. Namun, dari hubungan yang dirahasiakan itu, secara diam-diam MYH memang sudah punya niat untuk mengakhirinya.

Melalui akun pertemanan di media sosial facebook, MYH, membuktikan niatnya itu dengan memblokir status pertemanan. Langkah itu diambil MYH untuk menutup komunikasi dengan korban yang bisa saja dilakukan secara diam-diam.

Aksi tersebut terjadi dengan nekadnya korban merangsek masuk ke dalam kamar tidur pelaku, dimana saat itu pelaku sudah tertidur pulas di kamar berbeda bersama anak tertua. Sementara istrinya MYH, tidur terpisah bersama si bungsu. Dalam reka ulang itu, istri pelaku sempat keluar untuk buang air kecil.

Mendapat kesempatan itulah, korban masuk mendahului MYH di dalam kamar. Sehingga begitu MYH, kembali, korban langsung mengancam, untuk membunuhnya.

“Korban datang ke rumah tersangka, kemudian mengajak saksi MYH untuk melakukan hubungan badan,” kata Kapolres Rote Ndao, melalui Kasat Reskrim, IPTU Yames J. Mbau dalam keterangan tertulis yang diterima TIMEX, Rabu (23/6).

BACA JUGA: Aksi Nekad Eman Tiduri Istri Orang Berujung Maut, Warga Rote Ini Langsung Serahkan Diri ke Polisi

Adegan tersebut terdapat pada adegan ke- 8 hingga ke-11. Peristiwa itu bermula ketika korban mendatangi salah satu tetangga pelaku (adegan 1-2). Selanjutnya, pada adegan 3-7, merupakan kegiatan istri pelaku, yang berakhir pada pukul, 21.00 Wita, dengan menidurkan anaknya.

Sementara asyik berhubungan badan, kedua insan ini kepergok suami MYH, yang masuk setelah mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Pemandangan tak senonoh itu, disaksikan sendiri oleh Marthinus, dan spontan memantik emosinya untuk melakukan tindakan pembuhan.

“Adegan 12 hingga 16, menerangkan terjadinya pembunuhan yang dilakukan tersangka, yang melihat istrinya sedang melakukan hubungan badan dengan korban,” jelas Iptu Yames.

Walau korban berusaha melarikan diri melalui jendela, namun tetap saja tak bisa lolos dari amukan Marthinus. Betapa tidak, selain memukul korban, pelaku langsung menusuk paha kanan korban dengan sebilah parang, yang sering disimpan di bawah tempat tidur.

Tak hanya di paha, tubuh bagian perut korban pun ditusuk pelaku. Sehingga dari luka tusukan itulah, korban meninggal dunia. Selanjutnya, pelaku memukul istrinya, setelah menghabisi korban, dan langsung mendatangi Mapolres Rote Ndao untuk menyerahkan diri dengan menumpang sepeda motornya.

“Adegan 17-18, ditemukan korban tindak pidana pembunuhan dalam keadaan tak bernyawa, di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan tersangka dengan sendiri menyerahkan diri di SPKT Polres Rote Ndao,” beber Yames.

“Pasal yang diterapkan dalam kasus pembunuhan tersebut adalah pasal 338 KUHP subsider pasal 354 ayat (2) KUHP lebih subs pasal 351 ayat (3) KUHP,” tambahnya.

Untuk diketahui, rekonstruksi kejadian tindak pidana pembunuhan tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Turut hadir, Ebsan Kafekai, sebagai kuasa hukum pelaku. Begitu juga, Jaksa Marthin Pardede, dan beberapa staf bidang tindak pidana umum, Kejari Rote Ndao. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top