Cakupan Vaksinasi di Matim Baru 4,2 Persen, Ani Agas: Kita Terus Berjuang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cakupan Vaksinasi di Matim Baru 4,2 Persen, Ani Agas: Kita Terus Berjuang


SOSIALISASI. Kegiatan sosialisasi dalam rangka persiapan vaksinasi massal di Puskesmas Watunggong, Kecamatan Congkar, Rabu (23/6). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Cakupan Vaksinasi di Matim Baru 4,2 Persen, Ani Agas: Kita Terus Berjuang


Dinkes Matim Gencarkan Sosialisasi Vaksinasi Massal

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Guna mendukung persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) melalui Dinas Kesehatan melakukan sosialiasi di dua kecamatan. Masing-masing, di Kecamatan Congkar pada Rabu (23/6), dan Kecamatan Lamba Leda Utara, Kamis (24/6).

“Kita sudah lakukan sosialisasi. Ini dalam rangka menyampaikan informasi terkait persiapan vaksinasi massal Covid-19 didua wilayah kecamatan,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Matim, Pranata Kristiani Agas, kepada TIMEX, Jumat (25/6).

Menurutnya, sosilisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan Covid-19 dengan vaksinasi. Termasuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, sehingga terbentuk kekebalan kelompok (Herd Immunity) serta menurunkan angka kejadian kasus Covid-19.

Sosialisasi ini menghadirkan camat bersama jajaranya, pihak TNI dan Polisi, Kepala Puskesmas, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidik, pedagang, ojek, dan ibu rumah tangga. Untuk Kecamatan Congkar, sosialisasi berlangsung di Puskesmas Watunggong, sementara Kecamatan Lamba Leda Utara berlangsung di Puskesmas Weleng.

Menurut Ani, Pemkab Matim melakukan kegiatan percepatan vaksinasi, melalui program vaksinasi massal di bawah pengawasan TNI/Polri. Sehingga di sini, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan bantua lintas sektor. Melalui pelaksanaan vaksinasi massal, tujuan utamanya bisa tercapai.

Ani menjelaskan, vaksinasi massal itu bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Selain itu mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Serta bisa menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial, serta ekonomi bisa segera tercapai.

“Dengan 3M dengan 3T plus vaksinasi, diharapkan akan mempercepat upaya Kabupaten Matim bersih dari Covid-19, dan mudah-mudahan kehidupan sosial dan ekonomi kembali baik,” ujar Ani.

Selain itu, lanjut Ani, masyarakat perlu tahu secara garis besar apa yang disuntikan ke tubuhnya. Juga apa yang harus dipersiapkan sebelum dan sesudah menerima vaksin.

Meski gencar melakukan sosialisasi, Ani menegaskan bahwa vaksin bukan pengganti protokol kesehatan (Prokes). Karena prokes adalah kewajiban. Sedangkan vaksin adalah bagian dari upaya pencegahan.

Ujung tombak pencegahan Covid-19 ada di tangan masyarakat dengan tetap mematuhi prokes. Pemberian vaksin ini, sudah sesuai kaidah-kaidah ilmiah, medis serta hukum, sebagai upaya pemerintah memberikan yang terbaik bagi rakyatnya. Vaksin untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga kesehatan bersama.

“Vaksinasi berjalan, Prokes tetap ditaati. Mari kita semua bergandengan tangan untuk lebih serius lagi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Karena untuk menghilangkan virus ini bukan cuma tugas dinas kesehatan saja, tapi tugas kita semua. Untuk mewujudkan vaksinasi, kami meminta dukungan dari lintas sektor,” katanya.

Sesuai rencana, demikian Ani, kegiatan vaksinasi massal untuk wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara dan Congkar, dilaksanakan pada 2 Juli 2021. Termasuk tiga kecamatan lainya, yakni Borong, Elar, dan Elar Selatan. Target untuk Kecamatan Borong sebanyak 1.000 orang, Elar (350 orang), Elar Selatan (3.500 orang), Congkar (350 orang), dan Lamba Utara (200 orang).

“Sampai saat ini, cakupan vaksinasi di Kabupaten Matim baru mencapai 4,2 persen. Kita terus berjuang, agar semua masyarakat Matim divaksin. Untuk stok vaksin, masih tersedia,” sebut Ani. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top