Polres Matim Kumpul 55 Kantong Darah, Ketua PMI Beri Apresiasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polres Matim Kumpul 55 Kantong Darah, Ketua PMI Beri Apresiasi


PEDULI KEMANUSIAAN. Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto bersama anggotanya dan sejumlah aanggota TNI mendonorkan darahnya dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75, di Mapolres Matim, Kamis (24/6). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Polres Matim Kumpul 55 Kantong Darah, Ketua PMI Beri Apresiasi


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim) menggelar bakti sosial donor darah, di Lantai II Mapolres Matim, Kamis (24/6). Kegiatan dalam rangka rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75 ini mengumpulkan sebanyak 55 kantong darah.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Matim dan Manggarai. Anggota polisi menyambut dengan antusias karena aksi donor darah seperti ini diadakan setahun sekali. Selain anggota polisi, kegiaran donor darah juga diikuti anggota TNI, Sat Pol PP, dan Dinas Perhubungan Matim.

Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto turut mendonorkan darahnya. Sementara Wakapolres Kompol Ahmad, SH, tidak jadi donor karena HB-nya rendah. Kegiatan itu juga dihadiri langsung Ketua PMI Matim, Ny. Theresia Wisang-Agas, dan Ketua PMI Manggarai, Rony Kaunang.

Pelaksanaan donor darah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum mendonorkan darahnya, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatannya seperti dilakukan pengecekan suhu tubuh, timbang berat badan, cek tekanan darah, dan pemeriksaan HB. Ada banyak anggota polisi yang batal donor karena tidak memenuhi syarat.

“Donor darah ini salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75 tahun 2021. Setiap jelang Hari Bhayangkara, Polres Matim selalu menjadikan kegiatan donor daerah ini sebagai agenda rutin tahunan,” jelas Kapolres Nugroho kepada TIMEX di sela-sela kegiatan donor darah, Kamis (24/6).

Menurutnya, target awal Polres Matim adalah terkumpul 100 kantong darah. Ada banyak peserta yang ikut partisipasi, namun hanya 55 orang orang yang lulus screning. Sedangkan sisanya tidak lolos dikarenakan tidak memenuhi syarat. Tentu darah terkumpul, langsung diserahkan ke PMI.

Menurut Kapolres Nugroho, kegiatan donor darah ini juga diselenggarakan sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan dari Polres Matim bekerjasama dengan PMI.

Kapolres berharap, dari setitik darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan hidup orang lain. Apalagi di tengah wabah Covid-19.

“Banyak orang sakit yang membutuhkan transfusi darah. Sehingga semoga melalui kegiatan donor ini, dapat memberikan manfaat serta membantu pihak-pihak yang membutuhkannya. Dan semoga kita semua terhindar dari wabah virus Covid-19. Terima kasih kepada PMI dan peserta yang telah mendonorkan darahnya,” ucap Kapolres Nugroho.

Kapolres Nugroho menambahkan, kegiatan lain yang dilakukan Polres Matim dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-75 ini, yakni kegiatan kerja bakti bersih sejumlah tempat ibadah yang ada dalam kota Borong. Selain itu ada kegiatan bagi sembako.

Ketua PMI Matim, Ny Theresia, mengapresiasi aksi donor darah jajaran Polres Matim. Kata dia, kegiatan sosial ini dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-75, sekaligus juga memperingati hari donor darah sedunia. Tentu kerja sama antar PMI dan Polres Matim ini, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama lewat donor darah.

“Ini suatu kebanggaan karena bisa berpartisipasi. Ada Karena kegiatan ini begitu mulia, dimana setetes darah saja sangat membantu orang yang membutuhkan. Jumlah darah yang didonor hari ini di Polres Matim, ada sebanyak 55 kantong,” ungkap Ny. Theresia.

Istri Bupati Matim, Agas Andreas ini juga berharap dengan adanya kegiatan donor darah dari Polres Matim, bisa menambah atau memantik semangat orang lain turut andil untuk melakukan donor darahnya. Dimana kantong darah yang nantinya terkumpul, bisa bermanfaat bagi kemanusiaan. Apalagi di masa pandemi Covid-19.

Menurut Ny Theresia, saay ini animo masyarakat untuk donor semakin meningkat. Namun belum setara dengan derajad kesehatan masyarakat. Sehingga lanjut dia, banyak orang yang batal mendonorkan darahnya, karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Disarankan untuk aemua masyarakat, untuk selalu perhatikan pola hidip sehat.

“Kami sarankan untuk selalu perhatikan pola hidup sehat. Tingkatkan rasa solider terhadap sesama yang membutuhkan bantuan darah kita. Tentu dengan cara mendonor darah kita untuk mereka,” pesan Ny Theresia. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top