Pasien Reaktif Covid-19 Meninggal di RS Leona Kefamenanu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Reaktif Covid-19 Meninggal di RS Leona Kefamenanu


PEMAKAMAN. Tim Satgas Covid-19 TTU saat memakamkan jasad pasien reaktif Covid-19 asal Desa Maurisu, Kecamatan Bikomi Selatan di TPU Bijaelsunan, TTU, Sabtu (26/6). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pasien Reaktif Covid-19 Meninggal di RS Leona Kefamenanu


Warga Desa Maurisu, Kecamatan Bikomi Selatan, Dimakamkan di TPU Bijaelsunan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pasien reaktif Covid-19 dari Desa Maurisu, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menjalani perawatan intensif di RS Leona Kefamenanu akhirnya meninggal dunia, Sabtu (26/6).

Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Tublopo tersebut rupanya tak tertolong karena ketersediaan peralatan medis di RS Leona Kefamenanu yang kurang memadai. Pasalnya, RS Leona Kefamenanu hingga kini diketahui belum memiliki ruang isolasi khusus untuk merawat pasien reaktif Covid-19 maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sesuai informasi yang dihimpun TIMEX dari sejumlah sumber terpercaya menyebutkan bahwa pasien tersebut dirawat di salah satu ruangan di lantai 3 RS Leona sejak Kamis (24/6), dan menghembuskan nafas terakhir Sabtu (26/6) malam.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas (TGT) Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada TIMEX, Sabtu (26/6) membenarkan kabar duka tersebut. Kristofous menyebutkan pasien asal Maurisu tersebut sebelum meninggal menjalani perawatan di RS Leona Kefamenanu dengan status reaktif Covid-19. “Pasien reaktif Covid-19 yang meninggal di RS Leona Kefamenanu itu berasal dari Desa Maurisu,” jelas Kristoforus.

BACA JUGA: Lagi, Pasien Probable Meninggal di TTU, Ini Permintaan DPRD

Kristoforus menambahkan, pasien yang meninggal dunia tersebut dimakamkan secara protokol kesehatan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten TTU di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bijaelsunan.

Kristoforus berharap, rumah sakit yang merawat pasien reaktif Covid-19 maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar menggunakan ruang khusus atau ruang isolasi guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Selain itu, lanjut Kristoforus, tim medis yang menangani pasien reaktif Covid-19 maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus tetap menggunakan APD lengkap guna mengantisipasi penyebaran virus korona melalui tenaga medis.

“Saat ini penyebaran Covid-19 itu melalui berbagai klaster. Kita berharap jangan ada klaster tim medis sehingga rumah sakit maupun tim medis yang merawat pasien reaktif Covid-19 maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top