Dapat Kunjungan Wakapolda NTT, Ini Harapan Mantan Waket Bhayangkari | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dapat Kunjungan Wakapolda NTT, Ini Harapan Mantan Waket Bhayangkari


ANJANGSANA. Wakapolda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment Dwikurjanto saat mengunjungi mantan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Polda NTT, Roulina Butarbutar yang adalah istri mantan Wakapolda NTT, Kombes Pol Arthur Damanik ketika anjangsana di kediamannya, Selasa (29/6). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dapat Kunjungan Wakapolda NTT, Ini Harapan Mantan Waket Bhayangkari


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepolisian Republik Indonesia akan menemui Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada 1 Juli nanti. Ada sejumlah harapan yang dititipkan untuk lembaga negara itu di momen Hari Bhayangkara tahun ini.

Salah satu harapan datang dari mantan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Polda NTT, Roulina Butarbutar yang yang adalah istri dari mantan Wakapolda NTT, Kombes Pol Arthur Damanik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak kepolisian yang telah memberikan perhatian kepada keluarganya walau sudah lama menjalani purna bakti dari lembaga kepolisian. “Kita berharap agar terus meningkatkan pelayanan baik secara nasional maupun di daerah karena banyak kendala yang sedang dialami termasuk pandemi Covid-19 dan bencana,” ungkapnya.

Roulina menyebutkan bahwa jumlah angka kematian dan tingkat penyebaran akibat Covid-19 yang tinggi membutuhkan keterlibatan Polri. Ini sangat penting agar bisa menangkal virus yang datang dari luar ke NTT. “Virus ini sangat berbahaya, maka kita mesti terlibat sama-sama. Saya bagian dari Polri dan kita harus sama-sama memarangi Covid-19,” harapnya.

Roulina menilai peran dari pihak kepolisian saat ini sangat baik dengan menempatkan anggota di seluruh pelosok sehingga memberikan perlindungan kepada semua lapisan masyarakat. “Kami sangat beruntung karena kasus kriminalitas juga sangat sedikit. Kami melihat bahwa peran polisi sangat berdampak untuk menekan kasus-kasus lain,” sebutnya.

Ibu tiga orang anak itu mengaku pindah ke Kota Kupang sejak 2001 mendampingi almarhum suaminya sebagai Wakapolda NTT kala itu. Saat sang suami mengakhiri tugas tahun 2003, mereka memilih menetap di Kupang. Karena itu sudah lebih kurang 20 tahun Roulina bersama keluarga menjadi warga NTT. Banyak hal telah ia peroleh, baik suka maupun duka selama berdiam di NTT.

Ia mengisahkan saat pindah tugas ke Polda NTT, dirinya sangat awam dengan situasi dan kondisi di NTT. Mantan Wakapolda NTT itu hanya bertugas lebih kurang dua tahun lalu pensiun.

Setelah pensiun, Alm. Kombes Arthur Damanik bersama keluarga memutuskan untuk menetap di Kota Kupang dan membuka usaha kos-kosan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Dari usaha kos-kosan itu kemudian sesuai basic ilmunya sebagai seorang tenaga medis dan memiliki modal yang cukup, lalu kos-kosan ditingkatkan menjadi rumah sakit.

“Rumah sakit ini awalnya fokus atau spesialis untuk ibu dan anak, namun seiring berjalannya waktu, dibuka untuk umum dan bisa mendapatkan hasil, membiayai hidup usai pensiun,” kisahnya.

Usahanya yang dirintis bersama itu tidak berjalan mulus. Banyak tantangan yang dialami hingga mantan Wakapolda Kombes Arthur Damanik menghembuskan napas terakhir pada tahun 2013 silam.

“Sebelum meninggal, bapak sudah berjanji untuk kubur disamping makam orangtuanya maka kami sepakat untuk bawa ke Medan,” tambahnya.

Sebagai sesepuh dari keluarga besar kepolisian, Roulina dan keluarga menginginkan yang terbaik untuk instansi yang pernah menjadi tempat mengabdi sebagai Ibu Bhayangkari itu.

Wakapolda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment Dwikurjanto pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang sudah menyambut kedatangannya dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya mendatangi kediamannya untuk bersilaturahmi dalam rangka hari Bhayangkara ke-75.

Ia juga memohon doa kepada keluarga purnawirawan agar dalan tugas dan tanggung-jawab Polri berjalan aman, lancar dengan segala keterbatasan personil yang ada.

“Kami tidak melupakan jasa-jasa para pejabat dan anggota polisi yang sudah mendahului kami. Saat ini mereka sudah meninggal tapi keluarga mereka bagian yang tidak terpisahkan dari Polri. Maka komunikasi dan silaturahmi harus terus terjalin,” kata Ama Kliment.

Menyikapi harapan mantan Wakil Ketua Bhayangkari itu, Brigjen Ama Kliment mengaku sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar terus melakukan upaya-upaya penanganan dan penertiban penerapan protokol kesehatan. “Antisipasi terhadap Covid-19 ini bisa dilakukan secara baik. Kita berusaha untuk tetap membubarkan setiap perkumpukan warga yang bisa menyebarkan virus,” sebutnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top