MK Diskualifikasi Jagoannya, PDIP NTT Alihkan Dukungan ke Paslon TRP-Hegi di PSU Sarai | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

MK Diskualifikasi Jagoannya, PDIP NTT Alihkan Dukungan ke Paslon TRP-Hegi di PSU Sarai


Wakil Ketua Bappilu DPD PDIP NTT, Cendana Abubakar (kanan) didampingi Korwil Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua, DPD PDIP NTT, Simon Petrus Nilli saat jumpa pers di Kantor DPD PDIP NTT, Selasa (29/6). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

MK Diskualifikasi Jagoannya, PDIP NTT Alihkan Dukungan ke Paslon TRP-Hegi di PSU Sarai


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Delapan hari lagi, bakal berlangsung perhelatan pemungutan suara ulang (PSU) untuk memilih Bupati-Wakil Bupati di Kabupaten Sabu Raijua. PSU ini dilakukan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan Orient Riwu Kore-Thobias Uly (Ie-Rai) lantaran tersandung status kewarganegaraan. Sehingga dalam PSU pada 7 Juli 2021 nanti, tersisa dua paslon yang kembali bertarung.

Pasca putusan MK itu, otomatis jagoan PDI Perjuangan Ie-Rai yang sebelumnya telah memenangkan Pilkada Sabu Raijua terpaksa harus mengubur impian menahkodai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Kupang itu.

Setelah diskualifikasi itu, publik Sabu Raijua bertanya kemana arah dukungan PDI Perjuangan untuk PSU pada 7 Juli nanti.

Dalam acara jumpa pers Selasa (29/6) siang tadi, Wakil Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan NTT, Cendana Abubakar menyatakan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP telah menyampaikan ke DPD PDIP NTT yang diteruskan ke DPC PDIP Sabu Raijua bahwa dukungan partai berlambang Banteng Moncong Putih itu dialihkan ke pasangan nomor urut 3, Takem Raja Pono-Herman Hegi Radja Haba (TRP-Hegi).

Cen Abubakar mengatakan, pengalihan dukungan tersebut sesuai instruksi DPP PDIP Nomor 2.037/IN/DPP/VI/2021 yang dikeluarkan sejak 28 Juni 2021, dan ditandatangai oleh Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto bersama Sekretaris Jendral (Sekjen) Hasto Kristiyanto.

Cen menjelaskan, dukungan yang diberikan pun tidak asal-asalan. Namun sudah melalui tahapan survei sebelumnya. “Salah satu indikator dukungan PDIP ialah hasil survei, kemudian DPC dan DPD menggelar rapat dan mengusulkan kepada DPP lalu dikeluarkan surat keputusan yang sifatnya instruksi,” ungkap Cen yang saat itu didampingi Wakil Sekretaris Bidang Eksternal DPD PDIP NTT, Simon Petrus Nilli.

Cen menjelaskan, pihaknya baru selesai melaksanakan survei pada awal Juni dan hasilnya dikirim ke DPP untuk diputuskan. Dan yang dipilih adalah pasangan nomor urut 3, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Takem Irianto Radja Pono-Herman Hegi Radja Haba.

Menurut Cen, meski waktu sudah sangat singkat, namun melalui istruksi DPP menjadi hal yang mutlak bagi anggota dan seluruh pengurus dan simpatisan untuk bekerja mengamankan isi putusan. “Dalam surat tersebut menginstruksikan kepada jajaran pengurus struktural partai, para petugas partai di legistatif dan eksekutif, para kader, anggota, dan simpatisan partai untuk berjuang bersama dan bergotong-royong memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua nomor urut 3,” ujar Cen Abubakar saat jumpa pers di Sekretariat DPD PDIP NTT, Selasa (29/6).

Tidak hanya itu, seluruh jajaran disetiap tingkatan harus lebih aktif melaksanakan konsolidasi turun ke bawah untuk melakukan gerakan door to door melakukan penggalangan pemilih dan mempersiapkan saksi pemenangan pilkada dangan sebaik-baiknya guna meningkatkan partsipasi pemilih, serta mengamankan perolehan suara pada PSU.

“DPD PDIP NTT bertanggung-jawab untuk mengkoordinir semua pengurus sampai dengan TPS dan melaporkan kepada DPP hasil perhitungan berbasis TPS tersebut. DPP akan memberikan sanksi tegas yang tidak menjalankan instruksi pemenangan ini,” tandas Cen.

BACA JUGA: MK Diskualifikasi IE-Rai, KPU NTT Siap Eksekusi Putusan

Prosesnya dimulai dari bawah dengan indikator menyerap aspirasi pengurus dan masa pendukung dan juga komunikasi terbuka dengan kedua pasangan tersebut. “Proses ini sangat terbuka. Soliditas yang kami bawah adalah komitmen dan optimisme bahwa pasangan yang kami pilih melalui alat ukur ini bisa menang,” tandasnya.

Terkait waktu yang sudah singkat ini, Cen menjelaskan bahwa tidak ada masalah karena proses ini hanya untuk PSU. Sebelumnya sudah dilakukan pemilihan serentak sehingga hanya dibutuhkan pengakuan dukungan saja. “Jujur masyarakat saat ini hanya menunggu arah dukungan PDIP untuk menangkan paket mana. Masyarakat sudah sangat mengerti terhadap proses ini,” katanya.

Terhadap persoalan yang dialami pendukung sebelumnya, masyarakat pendukung PDIP hingga saat ini masih solid dan siap memberikan dukungan kepada pemimpin yang bisa membawa perubahan.

“Awal-awal memang ada kekecewaan namun kekecewaan itu tidak boleh dipelihara karena semuanya sudah final. Maka saatnya kita memilih pemimpin baru dan kami memilih pasangan nomor 3,” tandasnya.

Ia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sarai agar bisa memberikan hak suaranya pada PSU nanti, hindari politik uang yang bisa mengorbankan diri sendiri.

“Pilih sesuai hati nurani dan jangan mengikuti bujuk rayuan dengan diiming-imingi uang. Bawaslu juga harus lebih tajam di tingkat pengawasan jangan hanya tajam di MK. Tetap menjaga protokol kesehatan ketat karena virus ada dimana. Hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan serta menggunakan masker,” harapnya.

Sementara Korwil Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua, DPD PDIP NTT, Simon Petrus Nilli mengaku siap mengamankan dan menjalankan seluruh instruksi DPP Partai guna memenangkan pasangan TRP-Hegi. “Kami siap amankan keputusan DPP namun kepada masyarakat tetap patuhi prokes,” sebutnya.

Untuk diketahui, pemilihan serentak 9 Desember 2020 lalu, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Orient Ratu Kore-Thobias Uly (Ie-Rai) unggul dalam perolehan suara dengan 21.715 suara atau 48,6 persen dari total 44.592 suara sah.

Selanjutnya, pasangan Nikodemus Rihi Heke-Yohanes Uly Kale menyusul dengan 13.548 suara (30,3 persen), dan pasangan Takem Raja Pono-Herman Hegi Radja Haba 9.329 suara (20,9 persen).

Juru Bicara KPU Sabu Raijua, Daud Pau mengaku saat ini pihaknya masih melaksanakan tahapan pilkada dalam keadaan normal, aman dan lancar. Tahapan yang tengah dilaksanakan adalah persiapan logistik untuk didistribusikan. “Kami saat ini masih melakukan sortir logistik dan akan dikirim ke TPS paling lambat tiga hingga dua hari sebelum pelaksanaan PSU,” sebutnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top