Kreatif, Petani Milenial Asal Sikka NTT Kembangkan Irigasi Tetes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kreatif, Petani Milenial Asal Sikka NTT Kembangkan Irigasi Tetes


Yoseph Nong Yance, petani milenial asal Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka ini sukses mengembangkan pertanian dengan teknologi irigasi tetes. (FOTO: DOK. HUMAS SMK PP NEG. KUPANG)

PENDIDIKAN

Kreatif, Petani Milenial Asal Sikka NTT Kembangkan Irigasi Tetes


MAUMERE-Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot kehadiran generasi milenial untuk membangun pertanian. Lewat para milenial inilah diharapkan muncul inovasi untuk pertanian. Tantangan ini yang dijawab petani milenial asal Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sukses menghadirkan inovasi dengan mengembangkan irigasi tetes.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta generasi milenial pertanian untuk memanfaatkan paradigma baru dunia digital.

“Pertanian sekarang tak lagi sama dengan pertanian di masa lalu. Di era digital seperti sekarang sektor pertanian juga beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Disitulah peran serta generasi milenial. Saya percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar Mentan SYL sebagaimana keterangan tertulis Humas SMK PP Negeri Kupang, Rabu (30/6).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa. “Turunnya jumlah petani muda dapat menimbulkan krisis petani. Oleh karena itu, regenerasi mutlak dilakukan karena mereka paling berperan dalam pembangunan pertanian di Indonesia kedepan di era 4.0, karena mereka dipastikan melek teknologi dan cerdas. Dengan lahirnya petani-petani milenial akan mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia,” ujar Dedi.

Salah seorang petani milenial yang turut menghadirkan inovasi adalah Yoseph Nong Yance. Sosok yang akrab disapa Yance Maring ini merupakan seorang petani milenial dari Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Yance adalah alumnus Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang tahun 2015. Ia mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam ilmu irigasi tetes di Arava International Center of Agriculture Training (AICAT) Israel.

“Modal terbatas. Jatuh dan bangun, hutang sana-sini sudah saya alami. Tapi saya yakin dengan konsistensi dan kerja keras, irigasi tetes dan sistem penyiraman serta pemupukan tanaman menggunakan menggunakan teknologi Short Message Service dan Wifi ini bisa berhasil,” tutur Yance.

Yance mengisahkan, penggunaan irigasi tetes sangat hemat air dan praktis sesuai kebutuhan tanaman. Dimana, lahan kelihatan kering dari atas, tetapi di dalam basah dan titik jatuhnya air tepat pada batang dan akar. Tidak melebar atau membias sehingga menekan tumbuhnya tanaman-tanaman lain yang bakal mengganggu tanaman hortikultura.

“Untuk hasil produksi sendiri bisa didapatkan cabai sebanyak 1 ton, tomat 5 ton, bawang 2 ton, dan penjualan peralatan smart farming rata-rata per bulan paket 10 hektare,” ujar Yance.

Dengan perkembangan drip irrigation system smart farming, Yance mangungkapkan bahwa membuka peluang lebar bagi sekolah ataupun perguruan tinggi untuk belajar di tempatnya. Kegiatan tersebut bisa mulai dari praktik kerja lapangan ataupun magang industri.

“Kami tidak hanya ingin meraup keuntungan besar, tapi kami juga ingin anak-anak NTT ini cerdas dan bisa memanfaatkan peluang dengan keterbatasan yang ada,” harapnya Yance. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top