Optimalisasi Penerapan PPKM Mikro, Bupati Ngada Keluarkan Surat Edaran | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Optimalisasi Penerapan PPKM Mikro, Bupati Ngada Keluarkan Surat Edaran


Kabag Prokompim Setda Ngada, Marthinus P. Langa, SE. (FOTO: SAVER BHULA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Optimalisasi Penerapan PPKM Mikro, Bupati Ngada Keluarkan Surat Edaran


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 terus meroket di Kabupaten Ngada. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengeluarkan surat edaran (SE) tentang optimalisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di wilayah Kabupaten Ngada guna pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Ccovid-19).

SE dengan Nomor: 360/BPBD/140/06/2021 yang ditandatangani Bupati Ngada mulai berlaku besok, Kamis, 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Juli 2021. Pemberlakukan surat edaran ini akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. Dalam SE itu terdapat sejumlah poin yang mengatur warga untuk tetap taat akan protokol kesehatan. Pemkab Ngada akan lebih mengedepankan tindakan tegas. Bagi setiap warga yang tidak menaati isi surat edaran tersebut, bakal terkena sanksi tegas.

Camat Golewa, Kanisius Logo kepada TIMEX, Rabu (30/6) mengatakan, pihaknya hari ini melakukan rapat bersama kepala desa dan lurah guna menyampaikan edaran tersebut. “Kita dari satuan gugus tugas Kecamatan Golewa melakukan pertemuan dengan pihak desa maupun lurah agar bisa menyampaikan surat edaran ke masyarakat,” ungkap Camat Kanisius.

Camat Kanisius menyebutkan, sebelum SE itu berlaku, pihaknya telah melakukan beberapa tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar prokes. Misalnya pada Selasa (29/6) malam menahan sound system di salah satu acara pesta dan penanggung-jawab acara dihadirkan ke Polsek Golewa lalu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal yang sama.

Selain itu, lanjut Camat Kanisius, hari ini pihaknya me-lockdown wilayah Boadona, Keluarahan Mataloko, karena beberapa warga di sana sudah terpapar Covid-19. “Untuk menjaga agar tidak menyebar luas, kita harus batasi aktivitas masyarakat dengan cara lockdown,” ungkap Camat Kanisius.

Untuk wilayah Golewa sendiri, sebut Camat Kanisius, sudah ada 45 warga terpapar Covid-19. Karena itu, surat edaran bupati yang mulai berlaku besok (1/7) supaya dipatuhi benar oleh seluruh warga Golewa.

Sementara khusus wilayah Boadona, Kelurahan Mataloko, sesuai data terakhir Selasa (29/6), sudah ada 20 orang terpapar korona.

Hal senada juga disampaikan Alfian S. Sos, Ketua Satgas Kecamatan Riung. Kepada TIMEX, Alfian mengatakan, warga Riung yang terpapar Covid-19 berjumlah 7 orang. “Maka, kami secara cepat melakukan penanganan agar penyebaran virus korona dapat dikendalikan. Sejumlah pasien terpapar virus korona sebagian menjalani karantina mandiri dan juga karantina terpusat di Turekisa,” katanya.

Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Ngada, Marthinus P. Langa SE., menghimbau kepada seluruh masyarakat Ngada agar menaati imbauan Pemkab Ngada terkait upaya pengendalian penyebaran Covid-19

“Surat edaran tersebut sudah bersifat penegasan dan sebagai landasan hukum untuk para pelanggar. Ini bukan lagi imbauan ataupun sosialisasi tetapi berupa tindakan. Dari desa atau lurah maupun kecamatan akan tindak tegas karena Covid-19 ini sangat berbahaya,” ungkap Marthinus.

Marthinus berharap masyarakat Ngada bisa menaati surat edaran pemerintah yang diberlakukan mulai besok, 1 Juli 2021. Surat edaran ini penting dijalankan mengingat Covid-19 di wilayah Kabupaten Ngada saat ini terus meroket. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top