AMP Penfui Timur Ramah Lingkungan, Tidak Menimbulkan Kebisingan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

AMP Penfui Timur Ramah Lingkungan, Tidak Menimbulkan Kebisingan


Direktur PT Bumi Indah, Melkianus Lubalu (tengah) bersama staf ketika mengunjungi area AMP di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah guna memberikan klarifikasi terkait pengaduan warga setempat, Senin (28/6). (FOTO: Dok. PT Bumi Indah)

BISNIS

AMP Penfui Timur Ramah Lingkungan, Tidak Menimbulkan Kebisingan


Kiprah dan Keberadaan AMP PT. Bumi Indah di Kabupaten Kupang (1)

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Beberapa hari ini, keberadaan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau unit produksi campuran beraspal milik PT. Bumi Indah di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kebupaten Kupang kembali mencuat. Kali ini, ada warga di sekitar lokasi AMP mengaku terganggu dengan keberadaan pabrik itu.

Warga sekitar beralasan, aktivitas pabrik itu menyebabkan kebisingan serta polusi udara dari pembuangan pabrik. Untuk diketahui, PT. Bumi Indah membangun AMP untuk menghadapi tuntutan besar dalam bidang infrastruktur.

Perusahaan milik Melkianus Lubalu ini telah membangun sejumlah AMP, baik di Flores Timur, Labuan Bajo, daratan Sumba dan salah satunya di Desa Penfui Timur. Dengan AMP sendiri, PT Bumi Indah dapat melayani kebutuhan pembangunan jalan di berbagai pelosok NTT.

AMP itu sendiri adalah seperangkat peralatan mekanik dan elektronik tempat dimana agregat dipanaskan, dikeringkan dan dicampur dengan aspal untuk menghasilkan campuran beraspal panas yang memenuhi persyaratan tertentu.

Seperti diakui Direktur Utama PT. Bumi Indah Melkianus Lubalu, ada warga setempat yang memrotes di media sosial terkait keberadaan AMP miliknya di Desa Penfui Timur. AMP tersebut dituding sebagai biang kebisingan di daerah sekitar karena beroperasi 24 jam. Selain itu, keberadaan AMP itu menyebabkan polusi dan menimbulkan debu sehingga mata pencaharian warga seperti mengiris tuak dipenuhi debu.

“Itu tidak benar. Tidak ada debu yang naik ke udara jika alat kami beroperasi. Ini perlu diklarifikasi sehingga tidak terjadi polemik yang berkelanjutan di masyarakat bahwa seolah-olah kami melakukan pencemaran lingkungan,” kata Melkianus Lubalu ketika menghubungi TIMEX di Kupang.

Untuk mengklarifikasi hal itu agar tidak menjadi bola liar, ia datang langsung ke Kupang dan mengundang Ketua RT setempat guna melihat langsung pabriknya. “Dan Ketua RT 25, Desa Penfui Timur kaget juga kalau ada warganya yang mempersoalkan karena selama beroperasi di Penfui Timur, perusahaan kami baik-baik saja,” kata Melki lagi.

Mengenai keluhan warga terkait pencemaran udara, Melki menegaskan bahwa jika terjadi pembakaran atau pabrik sedang beroperasi, tidak pernah ada debu yang beterbangan ke udara. Sedangkan yang keluar dari cerobong pabrik bukan debu melainkan asap pembakaran.

Salah satu bagian dari infrastruktur AMP milik PT. Bumi Indah yang dibangun di Desa Penfui, Kecamatan Kupang Tengah berupa cerobong yang mengeluarkan asap yang terlebih dahulu difilter dengan alat penyaring. Cerobong ini tidak mengeluarkan debu seperti yang dikeluhkan warga. Nampak pula bak penampung air limbah dari material yang dicuci sehingga bersih dari debu. (FOTO:TIMEX/Dok. PT Bumi Indah)

“Itu bukan debu, melainkan asap. Saya perlu klarifikasi itu,” tegas dia. Dan tidak ada bahan kimia yang kami gunakan. Kami gunakan bahan alami seperti pasir, kerikil untuk memproduksi material jadi seperti hotmix. Kami di sini hanya memproduksi, sedangkan bahan-bahannya dari luar,” tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa AMP miliknya telah dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat setempat dan sangat ramah lingkungan, dimana setiap melakukan operasi, material seperti batu terlebih dulu disemprot dengan air, sehingga debu yang melekat di material akan tersapu air dan langsung mengalir ke bak penampung yang telah disediakan. Demikian pula, asap yang keluar melalui cerobong terlebih dahulu di-filter.

“Asap yang sudah difilter itu yang naik ke atas, sedangkan debunya turun ke bawah bersama air kebak penampung,” ucapnya.

Ia juga mengklarifikasi pengaduan warga bahwa pabrik AMP miliknya menimbulkan kebisingan sepanjang malam. “Kami tidak beroperasi setiap hari. Jika ada pekerjaan baru kami beroperasi malam hari,” tegasnya.
Dia menjelaskan bahwa pabrik miliknya yang dibangun sejak tahun 2016 itu tidak menimbukan kebisingan, karena semua mesinnya memakai dynamo sebagai penggerak mesin dan sumber energy listriknya dari genzet.

“Kalau bising ya dimana-mana pasti ada bunyi. Untuk menggerakan alat ini, kami memakai genset. Jadi yang bunyi ini bukan pabriknya melainkan genset. Alatnya tidak berbunyi karena memakai dynamo,” aku Melky menjelaskan.

Pembangunan AMP di Desa Penfui Timur menurut Melkianus merupakan bukti kepeduliannya untuk membangun NTT di bidang infrastruktur jalan dan untuk mengurangi pengangguran di NTT. Ribuan tenaga kerja tersebar di seluruh NTT dan hampir seluruhnya adalah warga NTT sendiri.

Demikian pula halnya di AMP miliknya di Desa Penfui Timur, kebanyakan adalam warga Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Sejak pertama dibangun, pabrik seluas 2 hektar tersebut telah mendapat persetujuan warga setempat. Warga telah menandatangani persetujuan untuk menerima pembangunan AMP itu. (*/yl/bersambung)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top