Kades Penfui Timur: PT. Bumi Indah telah Banyak Membantu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kades Penfui Timur: PT. Bumi Indah telah Banyak Membantu


Kepala Desa Penfui Timur, Kleopas Nome. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Kades Penfui Timur: PT. Bumi Indah telah Banyak Membantu


Kiprah dan Keberadaan AMP PT. Bumi Indah di Kabupaten Kupang (2)

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kehadiran Asphalt Mixing Plant (AMP) atau unit produksi campuran beraspal milik PT. Bumi Indah di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kebupaten Kupang terkadang mendapat reaksi beragam dari warga sekitar. Namun tak bisa dipungkiri bahwa perusahaan milik Melkianus Lubalu ini sudah banyak membantu masyarakat maupun pemerintahan desa setempat.

Bagi PT Bumi Indah, kontroversi terhadap kehadirannya di satu daerah apa merupakan hal biasa yang sering ditemui di lapangan. Lambat laun, setelah diberi pengertian, warga akhirnya bisa memahaminya.

Seperti diakui Kepala Desa Penfui Timur, Kleopas Nome yang dihubungi di kantornya Senin lalu. Kehadiran PT Bumi Indah dengan membangun AMP di wilayahnya telah banyak membantu. Salah satu bentuk partisipasi PT. Bumi Indah adalah terkait pembangunan Kantor Desa Penfui Timur.

“Kalau menyangkut apakah PT Bumi Indah berkontribusi, saya selaku Kepala Desa Penfui Timur menyampaikan bahwa PT Bumi Indah sangat membantu kami. Tahun lalu, ketika kita membangun kantor desa, dalam pengajuan kita membuat kantor desa baru, tapi tidak bisa dilakukan sehingga hanya rehab saja dan PT Bumi Indah membantu keramik untuk kantor desa,” demikian pengakuan Kades Penfui Timur.

Tak cuma bantuan itu, PT Bumi Indah juga selalu konsisten dalam membantu perbaikan jalan rusak dan berlubang di Desa Penfui Timur, walaupun tidak secara spesifikasi semuanya dilakukan oleh perusahaan ini.

Kontribusi lainnya dari perusahaan milik Melkianus Lubalu adalah pengerjaan jalan di Dusun II. “PT Bumi Indah membantu 20 kubik hotmix untuk melengkapi kekurangan dalam pekerjaan jalan di Dusun II. Ini adalah bentuk kepedulian PT Bumi Indah untuk kami di Penfui Timur dan kami sangat berterimakasih atas hal itu,” demikiannya.

Terhadap adanya keluhan beberapa warga di RT 25, yang menyebut bahwa kehadiran AMP milik PT Bumi Indah telah mencemari usaha para pengiris mengiris tuak, serta menimbulkan kebisingan karena beroperasi malam hari, Kades membantahnya. Ia menyayangkan karena pengaduan itu dilakukan di media sosial, padahal seharusnya disalurkan melalui RT setempat atau aparatur desa.

Meski mengaku kecewa namun ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Direktur PT Bumi Indah yang dengan cepat melakukan klarifikasi dan datang langsung ke Penfui Timur serta mengundang media guna melihat bagaimana AMP itu beroperasi.

“Dalam rapat hari Senin (28/6) lalu, kami sempat bahas hal ini. Sebagai Kepala Desa kami tidak pernah mendapat pengaduan itu secara resmi. Walaupun demikian kami menyambut baik niat dari perusahaan dalam melakukan klarifikasi. Selama ini perusahaan itu beroperasi aman-aman saja,” ungkapnya.

Direktur Utama PT. Bumi Indah, Melkianus Lubalu. (FOTO: ISTIMEWA)

Menurut Kades Penfui Timur, warga mengadu jika kehadiran AMP menyebabkan tingkat polusi yang tinggi serta berproduksi selama 24 jam sehingga menimbulkan kebisingan. Namun dari pihak PT Bumi Indah telah melakukan klarifikasi dan ternyata apa yang disampaikan tersebut tidak benar.

“Setelah dilakukan klarifikasi ternyata apa yang disampaikan warga itu tidak benar. Menyangkut polusi udara, perusahaan itu telah melakukan penyaringan dan yang terbang ke udara itu bukan debu melainkan asap yang telah difilter. Perusahaan itu juga memiliki bak penampung limbah,” ujarnya lagi. Apa yang disampaikan oleh masyarakat ternyata tidak benar,” sambung dia.

BACA JUGA: AMP Penfui Timur Ramah Lingkungan, Tidak Menimbulkan Kebisingan

Kades kembali menegaskan bahwa kehadiran AMP milik PT. Bumi Indah telah mendapat persetujuan warga sejak tahun 2016 lalu. Hal itu dibuktikan dengan adanya dokumentasi administrasi di kantor desa, dimana ada tandatangan warga sebagai bukti persetujuan pembangunan AMP di wilayah itu.

“Saya jadi kepala desa tahun 2017 dan berdasarkan data ternyata didalamnya ada tanda tangan dari masyarakat yang menyatakan persetujuan dan mengizinkan PT Bumi Indah beroperasi sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Keberadaan Bumi Indah di Penfui Timur selama ini cukup membantu masyarakat dan pemerintah desa setempat. Memang masyarakat yang mengadu kami maklum itu dan memang kita tidak bisa pungkiri. Jangankan oto besar, kendaraan kecil saja kalau lewat pasti ada abu, apalagi ruas jalan di sini belum di-hotmix,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai kepala desa, dirinya tidak bisa menyatakan bahwa masyarakatnya salah ataupun PT. Bumi Indah yang salah. Tekadang, beda pendapat dan penafsiran antara dua orang kerap terjadi sehingga sebagai pemerintah, dirinya menilai bahwa hal itu sebagai realitas terjadi di lapangan, tinggal bagaimana dikomunikasikan dengan baik antara warga dengan pemerintah setempat.

“Kita juga tidak memungkiri bahwa kehadiran perusahaan ini di desa kami selama ini sangat membantu. Desa kami mendapat proyek satu kilometer jalan hotmix juga atas perjuangan perusahaan ini,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT. Bumi Indah, Melkianus Lubalu menegaskan jika pembangunan AMP di Desa Penfui Timur merupakan bukti kepeduliannya untuk membangun NTT di bidang infrastruktur jalan dan untuk mengurangi pengangguran di NTT.

Ribuan tenaga kerja tersebar di seluruh NTT yang bekerjadi sejumlah perusahaannya dan hampir seluruhnya adalah warga NTT sendiri. Demikian di AMP miliknya di Desa Penfui Timur, kebanyakan adalam warga Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. (*/habis)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top