Meski Hanya untuk Jawa-Bali, Pemkot Kupang Tetap Persiapkan PPKM Darurat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Meski Hanya untuk Jawa-Bali, Pemkot Kupang Tetap Persiapkan PPKM Darurat


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Meski Hanya untuk Jawa-Bali, Pemkot Kupang Tetap Persiapkan PPKM Darurat


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Walau keputusan itu hanya diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang juga bersiap diri jika ada instruksi pusat terkait keputusan kepala negara itu.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan, demi upaya penanganan pencegahan pandemi Covid-19, Pemkot Kupang siap memperbaharui Surat Edaran (SE) Wali Kota Kupang tentang pemberlakuan PPKM darurat.

“Jadi kalau nantinya ada petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait dengan PPKM darurat, maka Pemerintah Kota Kupang akan mengeluarkan surat edaran terbaru, dengan penerapan PPKM darurat,” katanya saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Rabu (30/6).

Herman Man menjelaskan, jika nantinya ada instruksi penerapan PPKM darurat di Kota Kupang, maka penerapan protokol kesehatan akan lebih diperketat dari penerapan PPKM mikro. Misalnya pembatasan kegiatan masyarakat bisa dibatasi hanya sampai pukul 19.00 Wita saja.

“Sementara untuk restoran hanya bisa menerima makan di tempat 25 persen dari kapasitas ruangan. Jadi itu contoh-contoh kebijakan yang akan diterapkan pemerintah apabila ada instruksi untuk menerapkan PPKM darurat,” katanya.

Selain itu, kata Herman Man, semua kegiatan yang berpotensi terjadi penularan virus akan dilarang terutama di zona merah.

Herman Man menambahkan, RSUD S. K Lerik sendiri sudah siap menampung para pasien jika kasus Covid-19 terus melonjak. Meski demikian, Pemkot Kupang, kata dr. Herman sangat tidak mengharapkan terjadinya lonjakan kasus. Sebab jika itu terjadi, tentu banyak rumah sakit akan kewalahan dan yang menjadi korbannya adalah masyarakat sendiri. Karena itu, Herman Man mengimbau semua pihak untuk taat pada aturan PPKM Mikro yang saat ini diberlakukan di Kota Kupang.

“Saya kira kalau PPKM kita terapkan secara ketat, dan pasien yang melakukan isolasi mandiri mengikuti semua protokol kesehatan, maka angka kasus Covid-19 bisa ditekan,” jelasnya.

Herman Man mengaku, pihaknya sudah menginstruksikan kepada semua lurah agar wilayah yang masuk zona merah diperketat agar bisa kembali ke zona hijau. Jadi itu tantangan bagi para perangkat kelurahan dan kecamatan, bagaimana menjaga daerah masing-masing agar tetap zona hijau dan menjadi zona hijau.

“Dari 51 kelurahan di kota Kupang, hanya tersisa 4 kelurahan yang masuk dalam kategori zona hijau,. Tetapi ini namanya peningkatan kasus, jadi kita sudah lakukan antisipasi dengan penebalan PPKM,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja mengatakan, pemerintah harus melihat kondisi di masyarakat, apakah PPKM darurat itu bisa diterapkan dan bagaimana dampak yang akan terjadi nantinya.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, pemerintah juga harus mempertimbangkan dari segi ekonomi, apakah jika PPKM darurat ini diterapkan, bagaimana dampak ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai malah terjadi masalah baru.

“Kalau saya pribadi, larangan untuk menggelar pesta dan acara yang mengumpulkan massa memang harus, tetapi kegiatan ekonomi harus ada pertimbangan,” pintanya.

Richard juga meminta agar pemerintah sebelum mengambil keputusan untuk menerapkan suatu kebijakan, perlu melihat kondisi di masyarakat, terutama dari segi kesehatan dan juga ekonomi. “Tujuannya agar tidak berdampak buruk bagi masyarakat,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top