Partai Demokrat TTU Apresiasi 100 Hari Kerja Bupati-Wabup | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Partai Demokrat TTU Apresiasi 100 Hari Kerja Bupati-Wabup


Bupati TTU, Juandi David (kiri) dan Wabup Eusabius Binsasi ketika proses Pilkada 2020 lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Partai Demokrat TTU Apresiasi 100 Hari Kerja Bupati-Wabup


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengapresiasi kinerja 100 hari kerja Bupati TTU, Juandi David dan Wakil Bupati, Eusabius Binsasi.

Rupanya, program 100 hari kerja dari Bupati-Wabup terpilih hasil Pilkada serentak 2020 tersebut membawa banyak perubahan bagi masyarakat. Khususnya, menata Kota Kefamenanu menjadi kota yang indah, meskipun kedua sosok ini baru saja memimpin TTU dalam waktu yang relatif singkat.

Namun capaian-capaian kinerja kerja perlu diberikan apresiasi. Pasalnya, dalam 100 hari kerja pertama ada perubahan wajah Kota Kefamenanu yang semakin tertata rapi walaupun belum maksimal.

“Ada gerak perubahan dan tentu semua pihak patut mendukung upaya yang sedang digiatkan bupati dan wakil bupati menjawab ekspektasi publik,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat TTU, Yohanes Salem kepada TIMEX, Kamis (1/7).

Yohanes yang juga Sekertaris Fraksi Ampera DPRD TTU menegaskan, dirinya bersama seluruh simpastisan dan kader Partai Demokrat menaruh harapan besar atas pelantikan kepala daerah TTU periode 2021-2024 hasil Pilkada 2020 lalu.

Di bawah kepemimpinan kedua tokoh ini, Juandi David-Eusabius Binsasi, terbersit harapan akan perubahan bagi kehidupan seluruh masyarakat TTU.

“100 hari kerja belum bisa menjadi dasar yang kuat untuk menjawab seluruh harapan publik, pada semua aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya seraya menambahkan, saat ini sedang digodok RPJMD yang akan menjadi pedoman dan pengarah pelaksanaan pembangunan selama lima tahun ke depan.

Menurut Yohanes, ada dua faktor yang menjadi penghambat terkait pernyataan di atas. Pertama, konsentrasi seluruh aparatur pemerintah saat ini masih pada penuntasan persoalan pandemi Covid-19 yang makin masif di tahun 2021.

Kedua, kepala daerah hasil Pilkada 2020 belum bisa mengeksekusi janji politiknya lantaran saat ini kepala daerah sedang melanjutkan APBD hasil peninggalan pemerintahan yang lalu.

“Seluruh janji politiknya belum terakomodir dalam penggagaran daerah, beliau berdua juga belum melakukan rotasi dalam lingkup birokrasi karena harus menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undagan bahwa kewenagan rotasi setelah 6 bulan masa pelantikan,” bebernya.

Yohanes menjelaskan, kepercayaan masyarakat akan kepasitas kedua tokoh ini telah termanifestasi melalui hasil pemilu di mana mayoritas masyarakat menentukan pilihan kepada paket Desa Sejahtera (Juandi David-Eusabius Binsasi).

Bagaimanapun juga, lanjut Yohanes, maju mundurnya pembangunan dan ekonomi di daerah tergantung kualitas dan kesungguhan pemimpinnya yang mau membangun daerahnya.

Yohanes mengakui, pilkada bisa menghasilkan pemimpin yang amanah dan berkualitas bukanlah hal yang muluk. Sebab, memang ini goal atau tujuan yang diharapkan saat ide awal dulu pilkada diselenggarakan secara langsung. “Banyak kepala daerah hasil proses pilkada langsung yang bisa menjadi role model karena kecakapan, prestasi, dan keberhasilannya,” pungkasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top