BPJS Ketenagakerjaan NTT Lindungi 2.480 Honorer di Pemkab Kupang, Bupati: Intensifkan Sosialisasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPJS Ketenagakerjaan NTT Lindungi 2.480 Honorer di Pemkab Kupang, Bupati: Intensifkan Sosialisasi


MONEV. Rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan NTT dan Pemkab Kupang di Aston Kupang Hotel belum lama ini. (FOTO: BORGIAS KOLLO/TIMEX)

BISNIS

BPJS Ketenagakerjaan NTT Lindungi 2.480 Honorer di Pemkab Kupang, Bupati: Intensifkan Sosialisasi


Anita: Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di NTT Tergolong Rendah

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTT yang juga Kepala Bidang Kepesertaan, Anita Riza Chaerani mengakui hingga akhir Juni tahun ini, perusahaannya telah memberi perlindungan kepada ribuan tenaga kerja kontrak daerah di wilayah Kabupaten Kupang.

“Data yang dimiliki BJPS Ketenagakerjaan NTT sampai dengan 22 Juni tahun ini, ada 2.480 tenaga kerja honorer dari 55 OPD di Kabupaten Kupang sudah mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan. Data ini belum termasuk pekerja formal maupun informal lainnya yang ada di Kabupaten Kupang,” ungkap Anita Riza Chaerani saat rapat monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Kupang yang dilaksanakan di Aston Kupang Hotel belum lama ini.

Di hadapan Bupati Kupang, Korinus Masneno dan para pejabat juga peserta rapat, Anita menjelaskan bahwa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diberikan kepada peserta berupa jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

“Manfaatnya berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit bahkan meninggal yang disebabkan oleh lingkungan kerjanya. Artinya kalau peserta BPJS Ketengakerjaan, baik itu pekerja formal maupun informal mengalami kecelakaan atau sakit saat melaksanakan pekerjaannya, bahkan meninggal di tengah melaksanakan pekerjaannya, maka yang bersangkutan punya hak untuk mendapat jamin sosial ketenagakerajaan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Anita.

Anita menyebutkan, di NTT saat ini, kepesertaan BPJS Ketengakerjaan masih tergolong rendah. Ini karena kesadaran bahkan pemahaman pekerja akan manfaat dan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan masih rendah.

Khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Anita memberi apresiasi karena sudah mengikutsertakan sebagian pekerjanya menjadi peserta Jamsostek. “Sebagian pekerja di Kabupaten Kupang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, tapi masih banyak yang belum. Lebih kurang 63 persen yang belum menjadi peserta. Karena itu kami ingin semua pekerja, baik formal maupun informalnya ikut BPJS Ketenagakerjaan biar bisa ikut menikmati jaminan sosial tenaga kerja yang ada pada BPJS Ketenagakerjaan saat ini,” ujarnya.

Anita mengatakan, saat ini ada 48 perusahaan di wilayah Kabupaten Kupang yang sudah melibatkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk dua desa dari 58 desa yang ada di Kabupaten Kupang sudah melibatkan aparat desanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Jumlah pekerja dari 48 perusahaan yang ada di Kabupaten Kupang sebanyak 1.133 orang,” jelasnya.

Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan, sesuai data yang dimiliki, saat ini masih banyak pekerja di wilayahnya yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Total pekerja di Kabupaten Kupang saat ini sebanyak 14.438 orang. Dari data ini, baru 5.244 pekerja yang ikut BPJS Ketenagakerjaan. Artinya masih ada 9.192 atau 63 persen tenaga kerja di Kabupaten Kupang yang belum mendapatkan perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Bupati Korinus.

Bupati Korinus menjelaskan, dari data kepesertaan BJPS Ketenagakerjaan, di Kabupaten Kupang tercatat 2.482 peserta adalah tenaga kontrak daerah dan 1.475 adalah pekerja informal. Karena itu Bupati Korinus berharap sosialisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terus diintensifkan dari waktu ke waktu sehingga meningkatkan angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayahnya.

“Kegiatan Monev yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan ini penting bagi kita semua untuk mengevaluasi lalu mengambil solusi alternatif terhadap berbagai hambatan perlindungan sosial bagi pekerja yang ada di Kabupaten Kupang selama ini,” kata Bupati Kupang. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top