Bupati Malaka Perintahkan Batasi Aktivitas Warga Demi Cegah Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Malaka Perintahkan Batasi Aktivitas Warga Demi Cegah Covid-19


Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bupati Malaka Perintahkan Batasi Aktivitas Warga Demi Cegah Covid-19


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Meningkatnya kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di NTT membuat Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH mengambil langkah membentengi wilayahnya dari ancaman pandemi ini.

Bupati yang baru beberapa bulan menjabat ini memerintahkan kepada seluruh warganya untuk membatasi segala bentuk kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam bentuk apapun. “Hari ini (1/7), saya instruksikan untuk membatasi segala bentuk aktivitas di seluruh wilayah Malaka terkait merebaknya pandemi Covid-19,” ujar Bupati Simon kepada wartawan di halaman Kantor Bupati Malaka, Kamis (1/7).

Beberapa instruksi penting yang disampaikan Bupati Simon, antara lain, harus taat dan secara ketat menjalankan protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, rajin mencuci tangan, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas.

Selanjutnya, kata Bupati Simon, segala macam pesta untuk sementara dihentikan. Tidak boleh ada keramaian di segala tempat karena akan mengakibatkan klasteran baru penyebaran Covid-19. “Saya juga minta kepada seluruh pegawai agar menyediakan disinfektan dan melakukan kegiatan penyemprotan di ruangan-ruangan kantor tempat beraktivitas,” tegasnya.

Kepada TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bupati Simon meminta untuk menjalin kerja sama dan membangun koordinasi agar bisa membatasi segala kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Sementara ada kegiatan persiapan pernikahan dan sambut baru di gereja katolik, sehingga saya minta kepada lembaga yang berwenang untuk tidak mengumpulkan banyak orang dan sekali lagi harus dibatasi baik kegiatan pesta maupun kegiatan adat,” tegasnya lagi.

Khusus untuk kegiatan adat, Bupati Simon tegaskan bahwa tidak boleh lebih dari 10 orang, dan setelah seremonial adat langsung bubar karena varian baru ini sangat berbahaya.

Sementara untuk pos-pos penjagaan, mulai saat ini harus diaktifkan kembali seperti pos Lintas Batas dengan Timor Leste, perbatasan dengan TTU, TTS, dan Belu. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top