Kasus Covid-19 di Sikka Capai 545 Kasus, Ini Instruksi Bupati | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 di Sikka Capai 545 Kasus, Ini Instruksi Bupati


Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka, dr. Clara Yosefa Francis. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 di Sikka Capai 545 Kasus, Ini Instruksi Bupati


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka terus meningkat. Hingga hari ini, Sabtu (3/7), telah tercatat 1.798 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, yang masih dalam perawatan sebanyak 565 orang. Yang sembuh sebanyak 1.217 orang, dan pasien meninggal sebanyak 16 orang.

Selanjutnya, dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka, hanya tersisa satu kecamatan yang belum ada laporan kasus Covid-19 alias zona hijau, yakni Kecamatan Mapitara. Sementara 20 kecamatan lainnya berada dalam zona merah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefa Francis kepada TIMEX di Maumere, Sabtu (3/7) menjelaskan, meningkatnya kasus Covid-19 itu karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes).

“Kami meminta masyarakat agar sadar pentingnya menjaga penyebaran virus korona dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Masyarakat harus ikuti protokoler kesehatan, dengan begitu kita menyelamatkan banyak orang termasuk keluarga,” pinta dr. Clara.

Dokter Clara juga berharap agar masyarakat memanfaatkan kesempatan mengikuti program vaksinasi gratis yang diberikan oleh Pemerintah. Tujuannya untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menciptakan kekebalan kelompok atau herd imunity.

Dokter Clara juga menyebutkan bahwa, selain tidak patuh prokes, salah satu faktor yang menyebabkan angka kasus Covid-19 meningkat di Sikka lantaran banyak pesta yang dibuat masyarakat sehingga menimbulkan kerumunan. “Penyebaran Covid-19 ini lebih didominasi oleh klaster pesta, kemudian diikuti klaster pelaku perjalanan dan klaster perkantoran,” pungkas dr. Clara.

Sehari Capai 117 Kasus

Sebelumnya pada Rabu (30/6), Satgas Covid-19 Sikka mendata sehari saja terjadi penambahan 117 kasus di kabupaten itu. Sementara di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ratusan warga memenuhi pelataran kantor itu untuk mengikuti rapid test antigen Covid-19. Ratusan warga itu berasal dari hampir semua kecamatan yang rata-rata berasal dari klaster pesta, perkantoran, dan pelaku perjalanan.

Atas peningkatan kasus yang begitu cepat, Pemkab Sikka mengeluarkan instruksi pembatasan jam kantor. Biasanya jam kantor dimulai pukul 07.30 hingga pukul 16.00 Wita, kini berubah, dimulai pukul 07.30 Wita dan berakhir pada pukul 14.00 Wita.

Sementara untuk organisasi perangkat daerah yang memberi pelayanan kesehatan dan pelayanan umum lainnya, jam kerjanya menyesuaikan dengan pembagian shift kerja.

Dokter Clara menyebutkan, pembatasan jam kerja kantor ini menyesuaikan dengan Instruksi Bupati Sikka Nomor: BKDPSDM 800/401/VI/2021 tentang pembatasan kerja, dan imbauan untuk disiplin serta mengikuti prokes dengan menerapkan 5M secara lebih ketat.

“Dengan adanya isntruksi bupati untuk selalu disiplin dan menerapkan 5M lebih ketat, masyarakat diharapkan mulai sadar akan bahaya Covid-19 ini. Sayang keluarga dengan taati prokes, selalu membiasakan diri untuk menggunakan masker dan mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak,” jelas dr. Clara. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top