Kembangkan Usaha Hortikultura di Malaka, Kementan Dorong PWMP KUB | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Usaha Hortikultura di Malaka, Kementan Dorong PWMP KUB


PRODUKTIF. Kelompok petani milenial Desa Kletek yang mengembangkan usaha pertanian hortikultura berupa sayuran untuk mendukung produktifitas pertanian di wilayah itu. (FOTO: DOK. HUMAS SMK-PP NEG. KUPANG)

KABAR FLOBAMORATA

Kembangkan Usaha Hortikultura di Malaka, Kementan Dorong PWMP KUB


MALAKA-Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendukung upaya generasi muda untuk berusaha di bidang pertanian. Dukungan tersebut terbukti dengan adanya program pendidikan vokasi, penyuluhan hingga pelatihan.

Tak hanya itu, untuk mendorong regenerasi petani, Kementan juga memiliki program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) Kelompok Usaha Bersama (KUB). Salah satunya untuk mendukung usaha hortikultura di Kabupaten Malaka.

Berbeda dengan PWMP yang sebelumnya menyasar siswa dan mahasiswa, kali ini PWMP KUB memiliki sasaran yakni petani muda berusia 17-39 tahun yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa sektor pertanian harus didorong menjadi subsektor ekonomi yang maju, mandiri, dan modern. “Hal tersebut harus didukung oleh kapasitas SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” kata SYL dalam keterangan tertulis Humas SMK-PP Negeri Kupang, Sabtu (3/7).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa. “PWMP KUB diharapkan dapat membangun dan mengembangkan jiwa wirausaha generasi muda, sehingga mampu menjadi job creator di sektor pertanian,” ungkap Dedi.

Harapan tersebut didasarkan pada misi Kementan untuk mencetak petani milenial. Diketahui berdasarkan data BPS tahun 2019, persentase petani muda di Indonesia hanyalah 8 persen. Padahal peran generasi muda di bidang pertanian sangatlah krusial.

PWMP KUB resmi diluncurkan di seluruh penjuru Indonesia, bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI. Salah satu sasaran program tersebut ialah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Malaka adalah salah satu kabupaten yang termasuk dalam wilayah pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. Hal ini karena Kabupaten Malaka memiliki potensi pertanian tanaman pangan yang mendukung.

Salah satu kelompok penerima bantuan di Malaka ialah Kelompok Petani Milenial Kletek yang berada di Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah. Kelompok ini rencananya akan melaksanakan budidaya tanaman pangan (jagung) dan hortikultura di tanah seluas 1 hektare.

“Alasan kami memilih komoditas tanaman pangan dan hortikultura adalah karena peluang pasar yang sangat bagus,” terang Fernandes selaku Ketua Kelompok.

Ia menjelaskan bahwa pasokan sayur di Malaka Tengah sejauh ini sebagian berasal dari Kabupaten Belu.
Kelompok yang terdiri dari 20 petani muda ini juga berambisi melakukan budidaya tanaman secara organik menggunakan teknologi.

Salah satu teknologi yang hendak mereka terapkan adalah water sprinkler atau alat semprot air otomatis. Mereka berpendapat bahwa usaha pertanian dapat menarik dan bernilai tinggi apabila menggunakan teknologi dan inovasi. Dengan begitu diharapkan kegiatan mereka itu dapat menarik minat generasi muda di Malaka untuk bertani.

Kedepannya, kelompok tani yang terpilih akan mulai melaksanakan usaha dengan memperoleh bimbingan dan pendampingan dari tenaga ahli serta penyuluh di daerah setempat. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top