HUT Ke-19, Rote Ndao Syarat Prestasi Membanggakan, Bupati Paulina: Jangan Bangga Berlebihan, Teruslah Bekerja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

HUT Ke-19, Rote Ndao Syarat Prestasi Membanggakan, Bupati Paulina: Jangan Bangga Berlebihan, Teruslah Bekerja


KUE ULTAH. Danlanal Pulau Rote, Letkol laut (P) Anis Latif, S., menyerahkan kado ultah berupa kue yang dihiasi kepada Bupati Paulina, disaksikan sejumlah pejabat dari unsur Forkopimda, usai upacara peringatan HUT ke-19 Rote Ndao di lobi kantor Bupati, Jumat (2/7). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

HUT Ke-19, Rote Ndao Syarat Prestasi Membanggakan, Bupati Paulina: Jangan Bangga Berlebihan, Teruslah Bekerja


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao tahun ini berusia 19 tahun. 19 tahun perjalanan sebagai daerah otonom baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kupang telah membawa kabupaten ini pada sejumlah perubahan. Tak cuma itu, di masa kepemimpinan Bupati Paulina Haning-Bullu, kabupaten yang dipimpin bupati perempuan pertama di NTT ini sukses menorehkan sejumlah prestasi membanggakan.

Prestasi teranyar adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020.

Capaian ini menjadi kado terindah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao karena sepanjang 19 tahun perjalanan kabupaten ini dipimpin tiga kepala daerah, baru kali ini Rote Ndao meraih opini WTP.

Bupati Paulina Haning-Bullu sebelum perayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Rote Ndao, yang jatuh pada Jumat (2/7), mengaku sangat syukur atas capaian ini. Ia berharap agar prestasi ini, dan prestasi-prestasi yang diraih sebelumnya dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui kerja yang lebih giat, dan tidak bangga berlebihan.

Pernyataan Bupati Paulina ini disampaikan saat ia dan rombongan disambut Wakil Bupati (Wabup), Stefanus M. Saek, Sekda, para Asisten dan sejumlah pimpinan OPD/badan/bagian lingkup Pemkab Rote Ndao, pada Rabu (30/6), sesaat setelah tiba dari Kupang menerima LHP BPK dengan opini WTP itu.

Di hadapan para pejabat yang menjemputnya, Bupati Paulina mengatakan, “kita semua tentu bersyukur dan merasa bangga karena meraih opini WTP, untuk pertama kalinya. Tetapi jangan terlalu bangga yang berlebihan.”

Bupati Paulina memotivasi semua pejabatnya dan para staf untuk terus bekerja. “Lebih giat lagi, agar dapat dipertahankan, dan bisa ditingkatkan lagi dari sekarang,” kata Bupati Paulina disambut riuh tepuk tangan.

Sebagai kepala daerah, Bupati Paulina mengaku bahwa tentu luapan kebanggaan dan juga kegembiraan yang dirasakan atas pencapaian yang baru saja diraih itu, apalagi prestasi ini diraih jelang momentum HUT ke-19 Kabupaten Rote Ndao. Capaian ini merupakan kado istimewa untuk seluruh masyarakat Rote Ndao.
“Bangga adalah wajar dan boleh-boleh saja. Asal jangan berlebihan. Dan inilah yang harus jadi perhatian kita semua,” pinta Bupati Paulina.

Bupati Paulina bisa disebut sosok pemimpin bertangan dingin. Bagaimana tidak, di tengah terpaan pandemi Covid-19 yang terus mengancam, kabupaten ini tetap eksis dengan sejumlah inovasi dalam proses pembangunan. Inovasi itu berwujud dalam bentuk sejumlah pengakuan atau prestasi.

Deretan pencapaian yang terbilang gemilang mulai terukir setelah tiga bulan merayakan HUT ke-18. Tepatnya pada Oktober 2020, Pemkab Rote Ndao meraih peringkat pertama tingkat Provinsi NTT sebagai Kabupaten yang berhasil dalam aksi konvergensi stunting.

Masih di tahun yang sama (2020), satu lagi prestasi disabet. Kali ini levelnya nasional, di mana Rote Ndao sukses menyabet peringkat ke-2 lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan kenormalan baru (new normal) yang produktif dan aman Covid-19 dalam bidang pariwisata.

Di pengujung tahun 2020, Rote Ndao lagi-lagi mencatatkan dirinya sebagai daerah yang produktif mengukir prestasi. Sebut saja, dari 415 kabupaten se-Indonesia, Rote Ndao berada di urutan ke-130 sebagai kabupaten dengan predikat sangat inovatif, dan berhasil meraih Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 dengan kategori Daerah Tertinggal Terinovatif.

Capaian itu menempatkan Rote Ndao di posisi teratas tingkat Provinsi NTT. Sabetan juara tersebut, kemudian menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatan daya saing, dan kemandirian daerah.

Menutup tahun 2020, Rote Ndao mengakhiri dengan menyabet sebuah anugerah pada level nasional. Melalui ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) award tahun 2020, destinasi Mulut Seribu mendapat juara 2 pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler.

Beranjak dari tahun 2020, Rote Ndao mengawali 2021 dengan kesuksesan menekan angka kemiskinan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, dalam rentang 2009 hingga 2021, Rote Ndao sukses menurunkan paling banyak angka kemiskinan dibanding 21 kabupaten/kota lainnya di NTT.

Selanjutnya, terhadap pencapaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, juga ada prestasi yang kembali diraih. Dimana, sebelumnya predikat C, setingkat lebih baik menjadi CC (cukup baik) yang diperoleh dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

Dari sederet prestasi itu, kini ada nominasi baru yang bisa diraih lagi Rote Ndao. Saat ini ada satu destinasi wisata unggulan Rote Ndao masuk dalam nominasi API award tahun 2021. Yakni Telaga Nirwana, yang terletak di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, dalam kategori wisata air. Kini sudah mulai proses voting hingga 31 Oktober nanti.

“Prestasi yang kita capai saat ini, kiranya dapat ditingkatkan melalui kerja yang lebih keras lagi. Tentu dilakukan dengan pikiran jernih, dan secara bahu-membahu memberikan yang terbaik bagi kejayaan Nusa Lote,” harap Bupati Paulina dalam sambutanya, saat upacara peringatan HUT ke-19 Rote Ndao yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (2/7). (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top