Satu Desa di Matim Heboh, 100 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Satu Desa di Matim Heboh, 100 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19


Kadis Kesehatan Matim, dr. Surip Tintin. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Satu Desa di Matim Heboh, 100 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga Desa Mosi Ngaran, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dihebohkan dengan adanya laporan 100 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dengan rapid test antigen positif, yang dilakukan selama dua hari, Sabtu (3/7) dan Minggu (4/7).

Untuk sementara, warga dari luar diminta untuk tidak masuk ke desa tersebut. Termasuk warga Desa Mosi Ngaran, dilarang keluar dari wilayah desanya. Semua yang terkonfirmasi positif, langsung menjalankan isolasi mandiri. Dengan pengawasan ketat dari pemerintah desa setempat dan petugas kesehatan.

“Saya curiga, jumlahnya bisa lebih dari 100 orang. Bisa saja satu desa ini, kena semua. Karena ini berawal dari acara duka di Dusun Lando,” ujar Kepala Desa (Kades) Mosi Ngaran, Frumensius Dima, kepada TIMEX melalui sambungan telepon, Minggu (4/7) siang.

Frumensius mengatakan, saat ada duka berapa hari lalu di desa itu, ada banyak orang yang hadir. Tidak saja dari Desa Mosi Ngaran. Warga desa lain juga ada di tempat duka itu. Termasuk ada banyak dari Kabupaten Ngada. Sehingga kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah itu, diduga kuat berawal atau masuk kategor klaster duka.

Kades Frumensius melanjutkan, saat ini warga desa itu mengikuti pemeriksaan rapid antigen positif oleh tenaga medis dari Puskesmas Runus, Desa Langga Sai, Kecamatan Elar Selatan. Tujuanya, untuk bisa melacak penyebaran kasus Covid-19 di desa itu.

“Karena jumlah yang positif banyak, kita terus lacak secara menyeluruh. Saya curiga, kasus ini menyebar juga di desa sekitar. Karena waktu acara duka itu, banyak juga warga dari desa tetangga yang hadir,” kata Kades Frumensius.

Meski kasus Covid-19 di desa itu tinggi, Kades Frumensius belum bisa putuskan untuk mengunci atau me-lockdown wilayah desanya itu. Pasalnya dia harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim. Koordinasi itu terkait bagaimana mengatasi kebutuhan warganya, manakala berlaku lockdown wilayah.

“Saya belum bisa putuskan untuk lockdown. Karena kalau itu berlaku, maka risikonya warga tidak bisa pergi cari makan. Sehingga disini saya harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Matim. Supaya bisa suplai bantuan yang menjadi kebutuhan selama wilayan itu di-lockdown,” jelas Frumensius.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh TIMEX, selain warga Desa Mosi Ngaran, terdapat 10 tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Runus yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen pada Sabtu (3/7). Bahkan ada satu ibu hamil.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, yang dikonfirmasi TIMEX melalui HP, Minggu (4/7) petang, membenarkan informasi lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Desa Mosi Ngaran. Termasuk Nakes di Puskesmas Runus.

“Iya itu benar. Tapi kami masih rekap datanya. Kalau mau lebih pasti perkembangan terakhir jumlah yang terkonfirmasi positif, silakan hubungi kepala bidang (Kabid) P2P Dinas Kesehatan, Pranata Kristiani Agas. Atau bisa juga coba hubungi Kepala Puskesmas Runus,” kata dr. Tintin (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top