Truk-F Serahkan 13 Pekerja Pub ke Polda NTT, 4 Orang Menghilang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Truk-F Serahkan 13 Pekerja Pub ke Polda NTT, 4 Orang Menghilang


LAPOR POLISI. Perwakilan TRuK F saat melapor ke SPKT Polres Sikka, Minggu (4/7) terkait kehilangan empat pekerja pub dari shelter TRuK F pada Minggu (27/6) lalu. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Truk-F Serahkan 13 Pekerja Pub ke Polda NTT, 4 Orang Menghilang


TRuK F Lapor Kehilangan 4 Pekerja ke Polres Sikka

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRuK F) akhirnya menyerahkan 13 pekerja pub di Sikka ke pihak Polda NTT. Penyerahan itu dilakukan di Shelter St. Monika TRuK F, Minggu (4/7) sekitar pukul14.30 Wita.

Seperti yang disaksikan media ini, sebelum penyerahan 13 pekerja pub yang masih berstatus anak di bawah usia, terlebih dulu dilakukan rapat koordinasi terbatas antara TRuK F, Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungam Anak (P2KBP3A) serta pihak Polda NTT yang diwakili Panit Subdit IV Direskrimun, Kompol Fernando Oktober S.Tr.K.

Usai rapat koordinasi terbatas itu, disepakati bahwa 13 pekerja pub diserahkan ke Polda NTT selanjutnya Polda NTT menyerahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka melalui P2KBP3A untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

“Kami sudah sepakati bersama dalam rapat bahwa hari ini (4/7) dilakukan serah terima 13 anak pekerja pub ke pihak Polda NTT, selanjutnya Polda NTT menyerahkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sikka untuk dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” jelas pimpinan TRuk F, Suster Esthochia, SpS, di Maumere, Minggu (4/7).

Sebelum menandatangani berita acara serah terima, lanjut Suster Esthochia, para pekerja pub ini menandatangani surat pernyataan bersedia dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Suster Esthochia berharap para pekerja pub yang dipulangkan itu harus tiba dirumah masing-masing dengan tetap didampingi pihak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas P2KBP3A Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, menjelaskan bahwa setelah penyerahan oleh pihak Polda NTT kepada pemerintah, maka mereka akan segera memulangkan 13 anak pekerja pub tersebut ke daerah asal masing-masing. Sebelum dipulangkan, kata dr. Maria Bernadina, para pekerja ini harus mengikuti rapid test antigen Covid-19 terlebih dulu pada Selasa (6/7).

Dokter Maria Bernadina mengaku, usai rapid test, akan langsung dibelikan tiket pesawat. Sambil menunggu pemulangan, ke-13 anak pekerja pub itu dititipkan sementara ke shelter TRuK F hingga urusa rapid test Covid-19 dan pembelian tiket beres.

Lapor Polisi

Sementara itu, di tengah upaya penyelamatan pekerja anak, terdapat empat orang pekerja pub yang menghilang dari shelter TRuK F. Dengan demikian, dari 17 pekerja pub yang tadinya diamankan di shelter TRuK F, hanya 13 orang pekerja yang sudah diserahkan ke Polda NTT.

Sedangkan untuk mencari empat pekerja yang menghilang itu, TRuK F telah melapor ke Polres Sikka, Minggu (4/7). Pihak TRuK F memutuskan melapor ke polisi karena sejak hilangnya empat pekerja itu, pihak Polda belum berhasil menemukan keberadaan mereka.

Jejaringan TRuK F, Pater Vande Raring, SVD di Maumere, Minggu ( 4/7) menjelaskan, sikap tegas TRuK F melaporkan kehilangan pekerja pub itu karena mereka anak manusia yang tidak boleh diabaikan hak-haknya.

Menurut Pater Vende, polisi tidak boleh menggampangkan soal urusan kemanusiaan. Yang namanya urusan kemanusian, lanjut Pater Vande, harus menjadi atensi utama dalam proses penegakan hukum.

Oleh karena itu, kata Pater Vande, dalam kaitan dengan kasus hilangnya empat pekerja ini, polisi harus bekerja secara profesional dalam menegakan martabat manusia. “Masa martabat manusia diukur dengan satu kilo daging sapi. Atas dasar ini TRuK F memiliki tanggung jawab moril untuk melaporkan hilangnya empat anak ke Polres Sikka sebagai bukti penghargaan dan penghormatan kami terhadap martabat manusia,” jelas Pater Vande.

Sekretaris Divisi Perempuan TRuK F, Heni Hungan menambahkan bahwa laporan kehilangan itu dilakukan karena empat anak itu menghilang dari shelter TRuK F pada Minggu (27/6/2021). “Saat empat pekerja pub itu kabur dari shelter, kami langsung menyampaikan kepada Polda NTT, karena ksepakatan awal bahwa Shelter St. Monika hanya menerima titipan, dan Polda siap mengamankannya. Faktanya empat pekerja pub kabur hingga saat ini,” jelas Heni. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top