9 Tenaga Buruh di PLBN Napan Positif Covid-19, Ini Langkah Penanganan Satgas TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

9 Tenaga Buruh di PLBN Napan Positif Covid-19, Ini Langkah Penanganan Satgas TTU


Juru Bicara Satgas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

9 Tenaga Buruh di PLBN Napan Positif Covid-19, Ini Langkah Penanganan Satgas TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 9 tenaga buruh dari PT WIKA yang sementara mengerjakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari sembilan buruh tersebut, ada juga dua warga Desa Napan yang ikut terkonfirmasi positif Covid-19 lantaran melakukan kontak erat dengan kesembilan tenaga buruh itu. Sementara lima kasus lainnya muncul dari klaster transmisi lokal. Akibatnya, kasus Covid-19 di TTU yang sebelumnya sebanyak 41 kasus meningkat secara signifikan menjadi 57 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas (TGT) Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat kepada TIMEX, di Kefamenanu, Senin (5/7) mengatakan, penambahan jumlah kasus Covid-19 di TTU tersebut berasal dari penularan pelaku perjalanan dan transmisi lokal.

Dikatakan, 57 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sudah menjalani perawatan intensif di Rusunawa BTN, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan sejak hasil rapid antigen dinyatakan reaktif.

“Benar ada penambahan 16 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster transmisi lokal dan pelaku perjalanan. Pelaku perjalanan itu buruh kerja dari PT WIKA yang sementara mengerjakan PLBN Napan,” kata Kristo.

Atas penambahan kasus itu, lanjut Kristo, pihaknya akan memperketat pengawasan pada keempat posco Covid-19 di batas TTU dengan mewajibkan para pelaku perjalanan menunjukkan kartu identitas.

Selain itu, kata Kristo, Tim Satgas juga akan melakukan pengawasan di pusat-pusat keramaian hingga tingkat RT/RW. Hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar wilayah TTU. “Pelaku perjalanan yang tidak mengantongi kartu identitas, tidak diperkenankan masuk ke wilayah Kabupaten TTU,” pungkasnya.

Kristo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat TTU untuk menjadi pelindung bagi diri sendiri dengan menaati penerapan protokol kesehatan (Prokes) dalam melakukan aktivitas sehari-hari. “Kasus Covid-19 di Kabupaten TTU terus bertambah, sehingga kita imbau seluruh masyarakat untuk taat penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top