Araksi Desak Polda NTT Usut Tuntas Kasus Irigasi Mnesatbatan TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Araksi Desak Polda NTT Usut Tuntas Kasus Irigasi Mnesatbatan TTU


Ketua Arakasi NTT, Alfred Baun. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Araksi Desak Polda NTT Usut Tuntas Kasus Irigasi Mnesatbatan TTU


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) NTT mendesak Kapolda Irjen Pol Lotharia Latif untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pada pembangunan irigasi Mnesatbatan di Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Pasalnya, sejak Oktober 2020 lalu, Dirkrimsus Polda NTT telah menetapkan sebanyak tiga orang tersangka diantaranya, PPK, Wandelinus Laka, Konsultan Pengawas, Domi Bano, dan Kontraktor Pelaksana, Manurung. Sayangnya, sampai sekarang ketiga tersangka dibiarkan bebas menghirup udara segar tanpa jeratan hukum yang pasti.

Ketua Araksi NTT, Alfred Baun kepada TIME di Kefamenanu, Senin (5/7) mengatakan, proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten TTU dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,2 miliar tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara.

Dari keterangan dan bukti awal yang dikantongi oleh Tim Penyidik Dirkrimsus Polda NTT, kata Alfred, sudah tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana.

Sementara, untuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) baik itu mantan Kadis PUPR maupun Kadis PUPR belum tersentuh hukum. Padahal, timbulnya kerugian negara tersebut atas persetujuan pejabat ini. “Araksi desak Polda NTT untuk usut tuntas kasus dugaan korupsi irigasi Mnesatbatan dengan segera melakukan penahanan terhadap tiga tersangka itu dan menetapkan tersangka baru yakni Kuasa Pengguna Anggaran,” desak Alfred.

Alfred menambahkan, pihaknya juga akan menemui langsung Kapolda NTT, Irjen pol Lotharia Latif dan Dirkrimsus Polda NTT, Kombespol Yohanes Bangun untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan terhadap kasus ini.

Selain itu, lanjut Alfred, Araksi juga akan menyertakan sejumlah bukti yang dikantongi saat ini kepada penyidik untuk segera menetapkan status tersangka terhadap KPA yang memiliki kewenangan penuh dalam proses pencairan keuangan negara. “Araksi berharap penyidik Polda NTT tidak tebang pilih dalam mengungkap kasus ini dengan segera menetapkan KPA sebagai tersangka,” tegasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top