Kadis Kesehatan Matim Duga Semua Warga Desa Mosi Ngaran Positif Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kadis Kesehatan Matim Duga Semua Warga Desa Mosi Ngaran Positif Covid-19


Kadis Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Kadis Kesehatan Matim Duga Semua Warga Desa Mosi Ngaran Positif Covid-19


Belum Bisa Dipastikan Terdampak Varian Baru

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Lonjakan kasus Covid-19 di Desa Mosi Ngaran, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menjadi perhatian khusus pemerintah setempat. Bahkan diduga semua warga satu desa yang jumlahnya 1.085 jiwa itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain dugaan seluruh warga terpapar, peningkatan kasus Covid-19 yang begitu cepat juga menimbulkan kecurigaan adanya penyebaran virus corona jenis baru. Pasalnya semua warga mempunyai gejala dan keluhan yang sama. Dari 1.085 jiwa di Desa Mosi Ngaran, ada sekira 104 yang terpapar Covid-19 usai menjalani rapid test antigen positif, Sabtu (3/7) dan Minggu (4/7).

“Gejalanya sudah meluas hampir semua warga satu desa. Keluhan semua warga sama. Sehingga kita tidak lagi lanjut untuk rapid antigen positif. Kita pindah lakukan rapid di desa tetangga,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, kepada TIMEX di Borong, Senin (5/7).

Dokter Tintin melanjutkan, tim medis melakukan rapid antigen positif di desa lain, mengingat ada banyak warga dari desa tetangga, pernah berkontak langsung dengan warga di Desa Mosi Ngaran yang terpapar Covid-19. Apalagi, kasus Covid-19 di wilayah itu begitu cepat penyebarannya.

Menyinggung terkait adanya varian baru, dr. Tintin belum bisa memastikan. “Kami juga belum tahu kasus Covid-19 di sana apa karena viarian baru atau tidak. Supaya bisa pastikan itu, kita harus pakai pemeriksaan lab khusus yang ada di Jakarta. Saat ini (Pemeriksaan, Red) kita alihkan ke desa lain sekitar dengan lakukan rapid antigen. Karena ada kemungkinan kena Covid-19,” kata dr. Tintin.

BACA JUGA: Satu Desa di Matim Heboh, 100 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Wilayah Desa Mosi Ngaran, lanjut dr. Tintin, saat ini jadi perhatian khusus dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Penerapanya, salah satunya melarang kerumunan lebih dari tiga orang. Juga membatasi aktivitas keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00 Wita.

Selain itu, tambah dr. Tintin, meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT. Seperti melakukan pesta/hajatan dan lain-lain, yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan. Semua warga di Desa Mosi Ngaran, tetap berada dalam rumah.

“PPK Mikro ini lebih efektif untuk cegah dan atasi penyebaran kasus Covid-19. Kita terapkan ini di Desa Mosi Ngaran, karena kita sudah anggap semua warga kena. Untuk sementara, data hasil kegiatan rapid test antigen positif dari warga desa tetangga, belum ada. Apalgai kegiatannya masih berjalan,” katanya.

Mengenai data total kasus Covid-19 secara keselurahan di Matim, menurut dr. Tintin, masih bersifat sementara. Dari data yang ada, totalnya per 4 Juli 2021 sudah mencapai 1.038 kasus. Dimana untuk pasien terkonfirmasi positif PCR berjumlah 122 orang. Pasien positif rapid test antigen berjumlah 916 orang.

Sementara pasien sembuh berjumlah 712 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri 111 orang. Sementara yang rawat diempat shelter atau karantina terpusat sebanyak 75 orang. Pasien rujuk RSUD dr. Ben Mboi Ruteng ada tiga orang, dan yang meninggal dunia berjumlah 10 orang.

“Data total seluruh kasus covid-19 itu, masih terus bergerak. Dari Desa Mosi Ngaran, belum semua tercover. Malam hari baru kami bisa update data perkembangan kasus Covid-19. Data itu dari semua wilayah desa yang tersebar di 12 kecamatan yang ada,” pungkasnya (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top