Anita Gah Minta PT Prioritas Pemegang KIP Kuliah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anita Gah Minta PT Prioritas Pemegang KIP Kuliah


Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, SE. (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Anita Gah Minta PT Prioritas Pemegang KIP Kuliah


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, SE minta Perguruan Tinggi (PT) baik negeri maupun swasta di NTT agar memprioritaskan anak-anak pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah dinyatakan lolos.

Permintaan anggota DPR RI asal NTT itu menyusul adanya pengaduan dua orang tua anak yang telah dinyatakan lolos namun ditolak dan diharuskan membayar biaya pendaftaran ulang senilai Rp 350.000.

“Dua anak ini orang tuanya pemulung dan tukang sayur. Mereka datang mengadu ke saya. Untuk menyelamatkan mereka, saya bayarkan biaya pendaftaran untuk keduanya dan saya sudah koordinasikan dengan Wakil Rektor III Undana agar mereka diterima. Dan sudah ada jawabannya bahwa nanti uang pendaftaran akan dikembalikan,” ujar Anita saat ditemui di Kupang, Senin (5/7).

Lebih jauh ia mengatakan, KIP kuliah bukan hanya untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tapi juga berlaku untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sehingga bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat bisa mendaftarkan diri dan ketika dinyatakan lolos tes masuk, mereka berhak mendapatkan KIP Kuliah tanpa adanya verifikasi.

Anita beralasan bahwa pemegang KIP Kuliah adalah anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu walaupun memang ada juga yang berasal dari keluarga mampu namun bisa ditolerir karena tidak terlalu banyak. Apalagi, lanjutnya, ketika kampus menerima pendaftaran pasti sangat mengetahui pekerjaan orang tua dari anak-anak pemegang KIP Sekolah.

“Tolong dipahami bahwa program KIP Kuliah ini ditujukan bagi mereka yang betul-betul tidak mampu tetapi memiliki nilai akademik yang bagus, memiliki kemauan untuk kuliah, mempunyai kemampuan berpikir dengan baik,” ujarnya.

Anita Gah menyayangkan alasan yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Undana dengan menyebut jika kedua anak tersebut tidak diterima karena quotanya terbatas. “Alasan yang disampaikan karena quotanya terbatas. Itu yang saya sangat sesalkan. Seharusnya mereka omong itu di kementerian untuk minta tambahan atau omong di saya sebagai anggota Komisi X. Apalagi kita NTT termasuk yang diprioritaskan karena daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Saya sudah minta datanya ke Wakil Rektor III berapa sesungguhnya quota yang diberikan oleh kementerian,” ujarnya.

Anita berjanji akan memperjuangkan penambahan quota bagi Undana guna mengakomodir anak-anak NTT yang hendak melanjutkan pendidikan ke PTN tersebut. Sebab, lanjut dia, dirinya juga memiliki kapasitas untuk meminta penambahan quota melalui jalur aspirasi pemangku kepentingan. Sebagai wakil rakyat, saya dipilih oleh rakyat, berjuang untuk rakyat NTT,” katanya.

Ia mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta agar meminta quota di kementerian sebanyak-banyaknya apalagi NTT termasuk daerah 3T dan harus memberikan data yang benar.

“Sampaikan juga kepada kami anggota DPR -RI yang merupakan mitra Kementerian Pendidikan. Kalau misalnya nanti dari kementerian memberikan pengurangan pasti alasannya. Dan kalau sudah begitu tolong saya diberitahu supaya saya sebagai wakil rakyat dari NTT yang ikut menentukan anggaran bisa memperjuangkan penambahan quota,” pinta Anita. (yl)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top