Bupati Rote Ndao Instruksi Pembatasan Kegiatan, Tiadakan Semua Acara Pesta | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Rote Ndao Instruksi Pembatasan Kegiatan, Tiadakan Semua Acara Pesta


BERI KETERANGAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu saat memberi keterangan dalam acara konferensi pers, di ruang kerjanya, Selasa (6/7). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Rote Ndao Instruksi Pembatasan Kegiatan, Tiadakan Semua Acara Pesta


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu menyampaikan sejumlah larangan guna memperkuat dan menegakkan instruksi Nomor: 432/2021, tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19.

Larangan yang disampaikan Bupati Paulina ini menyusul terus meningkatnya kasus penularan Covid-19 di pulau terselatan NKRI itu. Sesuai data, hingga hari ini (6/7), jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 46 orang.

Dalam penegakkan instruksi tersebut, Bupati Paulina melarang semua bentuk acara pesta, baik itu pesta pernikahan, syukuran, dan lain sebagainya. Larangan ini mulai berlaku sejak Selasa (6/7). Jika ditemukan ada warga yang melanggar, maka pihak Satgas Covid-19, di semua jenjang langsung menindak tegas dengan membubarkan acara tersebut.

“Tidak ada pesta, apapun bentuknya. Pemberkatan perkawinan di gereja/ijab kabul, bisa dilaksanakan maksimal 15 orang, setelah melakukan rapid test antigen,” tegas Bupati Paulina saat konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (6/7).

Bupati Paulina mengatakan, penegasan ini bertujuan untuk mengendalikan penularan Covid-19. Karena itu, segala bentuk acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang harus dihentikan sementara.

Terhadap penyelenggaraan pemberkatan nikah di tempat ibadah, Bupati Paulina menegaskan bahwa hanya dapat dilakukan apabila pasangan perkawinan memiliki hasil negatif rapid test antigen. Dan wajib mengantongi surat izin yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao.

“Gereja hanya akan memberkati pasangan perkawinan harus yang memiliki izin dan sudah test antigen. Satgas akan menindak mereka yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan,” tegas Bupati Paulina.

Bupati meminta partisipasi masyarakat untuk bersama menegakan intruksi yang telah dikeluarkan sebelumnya. “Mohon partisipasi masyarakat untuk melaporkan bila ada kegiatan pengumpulan masa seperti pesta. Para kepala desa dan aparat wajib melaporkan apabila ada tanda-tanda kegiatan acara/pesta. Bubarkan dan menindak tuan pesta,” tandas Bupati Paulina.

Selain pemilik acara/tuan pesta, lanjut Bupati Paulina, pelaku usaha jasa seperti penyedia alat pengeras suara (sound system) pun diinstruksikan untuk menahan diri selama masa pandemi ini. Sebab jika ditemukan aktifitasnya dalam sebuah acara/pesta, pemilik usaha ini pun akan ditindak tegas.

Bupati Paulina bahkan meminta para camat untuk menindak tegas para pemilik sound system yang tidak patuhi prokes dan instruksi ini. Para camat juga diminta untuk menjalankan instruksi ini secara berjenjang hingga ke desa-desa dengan melibatkan seluruh perangkat yang ada di desa.

Sedangkan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab Rote Ndao melalui instruksi Bupati itu juga menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Pembelakuanya secara bergiliran (shift) selama tiga pekan ke depan. “Kepala OPD menjadwalkan ASN yang wajib masuk kantor setiap hari. Sedangkan yang WFH, wajib mengisi link kegiatan yang dilakukan setiap hari,” pesan Bupati Paulina. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top