Pemkot Larang Semua Kegiatan Perkumpulan Orang Selama Juli, Ini Kata Wawali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Larang Semua Kegiatan Perkumpulan Orang Selama Juli, Ini Kata Wawali


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Larang Semua Kegiatan Perkumpulan Orang Selama Juli, Ini Kata Wawali


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang resmi mengeluarkan larangan bagi semua kegiatan pesta pernikahan dan juga acara syukuran lainnya. Termasuk berkoordinasi dengan tokoh agama agar tidak melakukan pemberkatan nikah hingga akhir Juli 2021.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr Hermanus Man saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Senin (6/7).

Herman Man mengaku telah berkoordinasi dengan Keuskupan Agung Kupang (KAK) juga Ketua Sinode GMIT, dan sudah disepakati agar selama bulan Juli ini tidak dilangsungkan pemberkatan nikah. “Sementara untuk gereja denominasi yang lain Asisten 1 Setda Kota Kupang yang berkoordinasi untuk meminta mereka agar punya kesediaan serupa, yakni tidak melakukan berkat nikah,” ungkapnya.

Herman menjelaskan, masyarakat juga harus divaksin karena vaksin sangat bermanfaat, yaitu melindungi diri sendiri, melindungi orang lain. Apabila yang sudah divaksin terpapar Covid-19, maka gejala atau reaksinya ringan, tidak berat seperti mereka yang belum divaksin.

Herman katakan, untuk sanksi tentunya pemerintah tidak bisa memberikan sanksi tegas seperti denda uang dan lainnya, karena yang paling penting adalah edukasi. “Pihak kelurahan bersama RT/RW, serta pihak Babinsa dan Babinkantibmas akan selalu melakukan edukasi dan pengawasan di wilayah masing-masing. Prinsipnya kita tegaskan tidak ada lagi kegiatan pesta dan kegiatan lainnya yang mengumpulkan banyak orang selain duka atau orang meninggal,” tegas Herman.

Sementara itu, Ketua Klasis Kota Kupang, Pdt. Jehezkial Adam mengatakan, memang ada perbedaan pendapat terkait permintaan pemerintah agar kegiatan pemberkatan nikah dihentikan sementara.

“Memang edaran dari Pemerintah Kota Kupang dan juga dari Majelis Sinode GMIT belum diterima. Sementara ada beberapa jamaah yang sudah menjadwalkan untuk pemberkatan pernikahan dan sudah tetapkan jadwal untuk Perjamuan Kudus,” ungkapnya.

Pdt. Jehezkial mengaku, untuk dua peristiwa iman ini, yaitu Perjamuan Kudus dan Pemberkatan Nikah, Klasis Kota Kupang mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan kegiatan ini, dengan ketat protokol kesehatan, dan dihadiri oleh 25 persen.

“Untuk Perjamuan Kudus juga tetap dilakukan dengan pertokoan kesehatan yang ketat, dan kebaktian juga di gelar beberapa kali agar tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Sementara untuk kebaktian minggu, lanjutnya, ditiadakan untuk sementara termasuk kegiatan syukuran dan lainnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top