Politani Latih WBP Lapas Perempuan Kupang Produksi VCO dan Budidaya Pertanian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Politani Latih WBP Lapas Perempuan Kupang Produksi VCO dan Budidaya Pertanian


BERTANI. Ketua Koordinator Pengabdian Masyarakat Politani Kupang, Chris Namah, SE., M.Sc (keempat kanan) bersama Kalapas Perempuan Kelas IIB Kupang, R. Tarbiati (keempat kiri) menyaksikan langsung para WBP sementara menanam aneka komiditas di polibag yang tersedia di Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang, Jumat (2/7). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PENDIDIKAN

Politani Latih WBP Lapas Perempuan Kupang Produksi VCO dan Budidaya Pertanian


Aksi Nyata Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Pemasyarakatan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhir membuat sektor ekonomi karut-marut. Kendati demikian, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus tetap berjalan.

Peran lembaga pendidikan bukan hanya mendidik untuk menciptakan SDM unggul dari sisi knowladge (pengetahuan), melainkan lebih dari itu membangkitkan ekonomi masyarakat yang diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Program Studi (Prodi) Manajemen Agribisnis, Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, menjabarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui aksi nyata pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung setiap tahun dengan lokasi yang berbeda.

Tahun ini, Politani melakukan pengabdian masyarakat dengan sasaran pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kupang.

Ketua Koordinator Pengabdian Masyarakat Politani Kupang, Chris Namah, SE., M.Sc, mengatakan, terdapat dua kegiatan yang mereka lakukan di Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang. Pertama pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni. Kedua, melatih WBP budidaya pertanian dengan 5 varian komoditas yang diberikan. “Diantaranya cabai, terong, tomat, sawi, dan kangkung,” ungkap Chris Namah kepada TIMEX, saat ditemui TIMEX di Lapas Klas IIB Kupang, Jumat (2/7).

Dosen Agribisnis Politani Kupang ini menyebutkan, untuk pengolahan VCO, kegiatannya telah berlangsung pada 2 Juni 2021. Sementara budidaya tani baru dilakukan Jumat (2/7). “Kami menerapkan teknologi pengolahan VCO. Biasanya orang-orang memasak minyak kelapa, tapi ini tidak dimasak tapi hanya fermentasi hingga menghasilkan minyak kelapa murni,” jelasnya.

Menurut Chris, pembuatan VCO ini sebenarnya sangat sederhana, namun memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Oleh sebab itu, lanjutnya, salah satu jenis kegiatan pada pengabdian masyarakat ini adalah proses pembuatan VCO. Sementara untuk kegiatan kedua yakni budidaya tani, para WBP diberikan lima jenis komoditas sebanyak 500 anakan. “Masing-masing komoditas 100 anakan,” sebutnya.

Pada budidaya tani ini, demikian Chris, para WBP diajarkan bagaimana memindahkan bibit yang sudah jadi (semai) ke polibag yang telah disiapkan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini semua peralatan diadakan oleh Politani Kupang untuk diajarkan metode atau caranya. “Semoga ke depan warga binaan tidak lagi mencari sayur-sayuran di luar, tetapi bisa langsung memetik hasil panen yang ditanam sendiri oleh warga binaan,” harapnya.

KOMPAK. Ketua Koordinator Pengabdian Masyarakat Politani Kupang, Chris Namah, SE., M.Sc., bersama Kalapas Perempuan Kelas IIB Kupang, R. Tarbiati pose bersama para WBP usai kegiatan budidaya tani yang digelar Politani Kupang di Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang, Jumat (2/7). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

Chris menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana tim dari Politani melatih para WBP Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang untuk meningkatkan keterampilan mereka di tengah pandemi Covid-19. Dirinya berharap dengan teknologi VCO dan budidaya pertanian ini, ketika mereka kembali ke masyarakat ketrampilan yang didapat menjadi modal atau bekal untuk berwirausaha.

“Harapan kami kegiatan seperti ini dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Semoga apa yang kami buat ini berhasil. Kami sangat senang karena ilmu dan teknologi kami bisa berguna bagi masyarakat umumnya dan warga binaan pemasyarakatan,” ungkap Chris.

Dalam kesempatan itu, Chris Namah juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Lapas (Kalapas)
Perempuan Kelas IIB Kupang yang mau menerima Politani melaksanakan pengabdian masyarakat di lembaga itu.

Kalapas Perempuan Kelas IIB Kupang, R. Tarbiati menyampaikan terima kasih kepada pihak Politani Kupang yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bagi warga binaannya.

Menurut Tarbiati, kegiatan ini sangat bermanfaat. Melalui kegiatan seperti ini, tambah Kalapas, masyarakat luar dapat mengetahui bahwa warga binaan ini telah melaksanakan berbagai kegiatan demi meningkatkan keterampilan yang dimiliki dari setiap individu WBP. Misalnya, ada pelatihan tata boga, tenun, pertanian, dan kegiatan pembinaan lainnya.

“Saya berharap kegiatan tetap berkelanjutan. Kami sangat berterimakasih kepada Politani Negeri Kupang yang sudah mempercayakan Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang untuk melaksanakan pengabdian masyarakat. Hanya Tuhan yang bisa membalas segala kebaikan semua ini,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Tarbiati mengaku, kerja sama antara Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang dan Politani Kupang telah berjalan baik. Untuk diketahui, terdapat banyak kreativitas hasil karya warga binaan. “Kemarin saya adakan bazar yang menghadirkan segala hasil karya warga binaan, termasuk hasil pertanian yang merupakan kerja sama dengan Politani Negeri Kupang memberikan pelatihan pertanian kepada warga binaan,” ungkap Tarbiati.

Tarbiati berharap dengan berbagai pembinaan kreativitas yang diberikan kepada warga binaan, ketika waktunya keluar dari Lapas ini, mereka bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dengan keterampilan yang dimiliki sehingga dapat berguna bagi masyarakat sekaligus dapat menjalankan usaha demi memenuhi kebutuhan ekonomi. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top