Dinkes TTU Batalkan Pembangunan Puskesmas Mamsena, Araksi Duga Ada Intervensi Ketua DPRD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinkes TTU Batalkan Pembangunan Puskesmas Mamsena, Araksi Duga Ada Intervensi Ketua DPRD


Ketua Arakasi NTT, Alfred Baun. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dinkes TTU Batalkan Pembangunan Puskesmas Mamsena, Araksi Duga Ada Intervensi Ketua DPRD


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Proyek pembangunan Puskesmas Mamsena, di Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dibatalkan secara sepihak oleh Dinas Kesehatan setempat. Padahal, proyek yang bersumber dari APBD II TTU tersebut telah melalui proses tender sesuai petunjuk teknis hingga tahapan pengumuman pemenang.

Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) NTT, Alfred Baun saat ditemui sejumlah awak media di Kota Kefamenanu, Senin (5/7) mengatakan, pihaknya menduga pembatalan proyek ini karena ada intervensi Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana lantaran jagoannya gugur dalam proses tender proyek tersebut.

Menurut Alfred, kegiatan pembangunan gedung Puskesmas Mamsena itu pagu anggarannya Rp 4.319.742.425. Prosesnya telah mengikuti prosedur yang benar hingga dimenangkan oleh PT. Roda Pembangunan Nusantara dengan nilai penawaran sebesar Rp 3.982.000.000.

Untuk itu, kata Alfred, kebijakan pembatalan terhadap hasil tender proyek tersebut sangat tendensius dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan mengikat. “Dari data yang diperoleh Araksi, dugaan sementara itu, proyek pembangunan gedung Puskesmas Mamsena dibatalkan atas intervensi dari Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana,” beber Alfred.

Alfred menambahkan, apabila dugaan tersebut benar, maka Ketua DPRD TTU telah melakukan kesalahan yang fatal dan melakukan kebijakan yang melenceng jauh dari tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Untuk itu, Alfred meminta pimpinan dan anggota DPRD TTU menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan yang berlaku. Bukan melakukan tindakan di luar aturan yang berlaku dan menimbulkan persoalan baru.

“Dewan itu sebagai lalu lintas yang mengawal pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di daerah. Kalau dewan saja sudah terlibat dalam proyek pembangunan di daerah ini, maka kemana daerah ini mau dibawa? Yang jelas rakyat akan terus susah dan jauh dari kata sejahtera,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana ketika dikonfirmasi TIMEX, Selasa (6/7) membantah tudingan Araksi itu. Hendrikus menegaskab bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya apalagi terlibat dalam proyek pembangunan gedung Puskesmas Mamsena.

Hendrikus bahkan meminta kepada Araksi NTT untuk menunjukkan data yang akurat terkait keterlibatannya dalam mengintervensi pemerintah daerah untuk membatalkan proyek pembangunan gedung Puskesmas Mamsena.

“Itu semua tidak benar. Fungsi dari DPRD itu jelas ada tiga, yakni fungsi anggaran, pengawasan, dan bapemperda. Seluruh kegiatan pembangunan di daerah dibawa oleh pemerintah daerah untuk dibahas bersama DPRD,” bantah Hendrikus.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka ketika dikonfirmasi TIMEX, Rabu (6/7) melalui pesan WhatsApp (WA) belum merespon. Pertanyaan yang dikirim wartawan sebagai tanda di WA sudah terbaca namun tak ada balasan hingga berita ini di-publish. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top